Page 106 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 106
dibuktikan ketika mereka membandingkan kondisi orang yang mengonsumsi vitamin
C dengan kadar rendah dengan mereka yang mengonsumsi vitamin C dengan kadar
tinggi.
f. Serangan Kuman pada Persendian
Umumnya kelainan ini disebabkan oleh infeksi gonorhoe dan sifilis. Infeksi
gonorhoe dan sifilis dapat mengakibatkan persendian menjadi kaku. Serangan sifilis
yang terjadi pada waktu bayi dalam kandungan dapat menyebabkan layuh sendi,
yaitu keadaan tidak bertenaga pada sendi.
2. Kelainan-Kelainan Otot
Otot dapat mengalami kelainan. Dikatakan kelainan, karena pada otot terjadi
perubahan dari keadaan normalnya. Kelainan-kelainan yang dialami otot dapat
disebabkan beberapa hal, yaitu ada yang disebut atrofi, kelelahan otot, tetanus,
miestenia gravis, dan kaku leher (stiff).
Penjelasan berikut akan menjelaskan beberapa kelainan tersebut.
a. Atrofi
Kelainan pada otot yang dinamakan atrofi adalah suatu keadaan otot yang
mengalami pengecilan sehingga kemampuannya untuk berkontraksi berkurang,
sedangkan kelelahan otot yang dikenal sebagai kram, yaitu kelainan otot yang
disebabkan otot yang melakukan aktivitas terus-menerus.
b. Tetanus
Tetanus adalah otot yang berkontraksi terus-menerus yang disebabkan oleh
serangan bakteri Clostridium tetani. Tetanus ini sering dikenal dengan sebutan tonus
atau kejang. Kelainan otot yang lain, yaitu yang dikenal sebagai miestenia gravis.
Mestinia gravis merupakan kelainan otot sebagai akibat melemahnya otot secara
berangsur-angsur sehingga terjadi kelumpuhan atau bahkan kematian. Penyebab utama
kelainan ini hingga sekarang belum diketahui.
c. Stiff (Kaku Leher)
Stiff terjadi sebagai akibat adanya peradangan pada otot trapesium leher yang
menyebabkan leher terasa kaku. Stiff dapat terjadi karena kesalahan melakukan
gerakan.
Biologi untuk SMA dan MA Kelas XI 101

