Page 103 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 103
1. Kelainan dan Gangguan pada Tulang
Tulang-tulang pada tubuh kita dapat mengalami kelainan atau gangguan karena
satu hal. Kelainan pada tulang dapat disebabkan oleh kekurangan vitamin D, penyakit,
kecelakaan, atau karena kebiasaan-kebiasaan buruk atau sikap yang sering dilakukan,
seperti sikap duduk yang salah.
a. Kekurangan Vitamin D
Vitamin D atau yang dikenal dengan nama kalsiferol, sangat dibutuhkan oleh
tubuh. Vitamin ini dimanfaatkan tubuh untuk proses pembentukan tulang. Vitamin
D ini dapat disintesis oleh tubuh dari provitamin dan diubah menjadi vitamin D dengan
bantuan sinar ultraviolet. Sedemikan pentingnya vitamin ini sehingga apabila proses
sintesisnya terganggu, kandungan vitamin D di dalam tubuh akan berkurang dan dapat
menyebabkan beberapa kelainan pada tulang. Kekurangan vitamin D pada anak-
anak dapat menyebabkan rakhitis. Penyakit rakhitis ditandai dengan adanya proses
pertumbuhan yang terganggu dan adanya kelainan dari bentuk kaki. Penderita
kekurangan vitamin D pada anak-anak dapat menyebabkan bentuk kaki menyerupai
huruf O atau X. Pada orang dewasa kekurangan vitamin D dapat menyebabkan
kekurangan zat kapur pada tulang, yang disebut dengan istilah osteomalasi.
Peluang Usaha dan Karier
Biologi sebagai salah satu ilmu pengetahuan alam memiliki berbagai cabang atau bidang
ilmu yang dapat dimanfaatkan untuk peluang berkarier. Contohnya bidang fisiologi dan anatomi
tubuh, apabila bidang ini mampu kita kuasai dengan baik, khususnya mengenai sistem alat
gerak (tulang dan otot), kita dapat bekerja sebagai tenaga medis, dokter, ataupun tenaga
medis yang khusus menangani tim olahraga.
Agar bidang-bidang tersebut dapat bermanfaat untuk dunia kerja seperti telah disebutkan
di atas, kita memerlukan tambahan pendidikan lain, seperti Akademi Perawat, Akademi Gizi,
Ilmu Kesehatan dan Olahraga serta Kedokteran.
b. Kecelakaan
Kelainan tulang yang disebabkan kecelakaan dapat berupa memar dan fraktura.
Memar adalah kelainan tulang akibat kecelakaan yang disebabkan adanya cedera
berupa sobeknya selaput sendi. Lain halnya kelainan yang disebut fraktura (patah
tulang), peristiwa kecelakaan dapat mengakibatkan fraktura dalam beberapa bentuk,
yaitu patah tulang tertutup, patah tulang terbuka, dan fisura.
Patah tulang tertutup, yaitu apabila tulang yang tidak merobek lapisan kulit. Pada
patah tulang terbuka, tulang yang patah merobek kulit sehingga tulang tersebut mencuat
98 Bab 4 Sistem Gerak

