Page 115 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 115
oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Peranan lain eritrosit adalah menjaga
keseimbangan asam-basa cairan darah dan juga mengangkut O di dalam tubuh.
2
Setiap molekul hemoglobin (Hb) mengandung 4 atom besi dan setiap atom besi dapat
mengangkut 1 molekul oksigen (O ). Molekul-molekul oksigen tersebut diangkut
2
oleh Hb dalam bentuk oksihemoglobin.
Jumlah eritrosit pada seorang pria dewasa ± 5.400.000 sel per mm dan pada
3
seorang wanita dewasa ± 4.800.000 sel per mm . Diameter sel-sel ini sekitar 7 mikron
3
dengan ketebalan 2 mikron, sedangkan kadar hemoglobin normal berkisar antara
14 sampai 16 gram per 100 milimeter darah.
Pembentukan eritrosit terjadi di dalam sumsum tulang pipih (tulang belakang)
dan tulang pipa. Umur eritrosit rata-rata 120 hari, setelah itu akan dihancurkan di
dalam limpa dan hati. Kurang lebih 3 juta sel yang dihancurkan setiap detiknya dan
sebanyak itu pula harus dihasilkan eritrosit yang baru. Senyawa hemin dari hemoglobin
yang sudah dihancurkan diubah menjadi pigmen empedu berupa biliverdin dan
bilirubin. Sebagian besar zat besi dari penghancuran haemoglibin tersebut diangkut
kembali ke dalam sumsum tulang untuk pembentukan eritrosit baru.
2. Leukosit (Sel Darah Putih)
Leukosit atau sel darah putih tidak
mengandung pigmen, diameternya rata-rata lebih
besar daripada eritrosit, yaitu berkisar antara 8
(a) (b)
(c) sampai 15 mikron dan masing-masing
mengandung inti sel. Pembentukan leukosit terjadi
pada limfa, kelenjar-kelenjar limfoid, dan sumsum
merah pada tulang. Pada seorang dewasa dalam
(d) (e) keadaan normal, jumlahnya lebih kurang 5.000
3
Sumber: Biology, 1999 sampai 10.000 sel per mm darah.
Gambar 5.3 Macam-macam sel Jumlah leukosit dapat meningkat dengan
darah putih. (a) limfosit; cepat pada penderita penyakit tertentu, keadaan
(b) monosit; (c) eosinofil; ini disebut leukositosis, misalnya pada penderita
(d) basofil; (e) neutrofil. radang paru-paru. Pada penderita leukimia,
jumlah leukosit dapat mencapai 1 juta per mm atau lebih dan ini sangat berbahaya
3
karena sel-sel pada sumsum tulang yang menghasilkan eritrosit digantikan oleh sel-
sel leukimia sehingga menghambat pembentukan eritrosit.
Lain halnya dengan penyakit tipus, jumlah leukosit menurun karena penyakit ini
merusak jaringan-jaringan limfoid yang banyak terdapat pada dinding usus.
Kekurangan sel-sel darah putih ini disebut leukopeni.
Leukosit dikelompokkan berdasarkan keberadaan butiran-butiran yang terdapat
pada cairan selnya menjadi agranulosit, yaitu leukosit yang tidak memiliki butiran-
108 Bab 5 Sistem Peredaran Darah

