Page 116 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 116

butiran sehingga cairan sel jernih, tetapi memiliki satu inti yang besar. Jenis sel darah
                         putih ini dihasilkan oleh jaringan-jaringan limfoid dan dapat dibedakan menjadi limfosit
                         dan monosit. Bentuk leukosit lain adalah granulosit, pada cairan sel terdapat butiran-
                         butiran yang menyerap zat warna tertentu dan inti sel berlekuk-lekuk. Granulosit
                         dihasilkan oleh sumsum merah pada tulang dan dapat dibeda-bedakan lagi berdasarkan
                         kemampuannya menyerap zat warna menjadi neutrofil, eosinofil, dan basofil.
                         a.   Limfosit mengandung sedikit cairan sel dan mempunyai sifat amuboid sehingga
                              dapat keluar dari pembuluh darah. Jenis sel darah putih ini sangat berperan
                              dalam melawan bakteri penyebab penyakit karena kemampuannya untuk
                              menghasilkan zat-zat antibodi.
                         b.   Monosit mengandung banyak cairan sel dan bersifat fagosit terhadap bakteri.
                              Jumlahnya menempati urutan ketiga paling banyak setelah neutrofil dan limfosit.
                         c.   Neutrofil merupakan jenis leukosit yang paling banyak, yaitu antara 65 sampai
                              705 dari seluruh jumlah leukosit. Bentuk intinya beraneka ragam dan pada cairan
                              sel terdapat butiran-butiran yang menyerap zat warna netral Neutrofil bersifat
                              amuboid dan fagosit.
                         d.   Eosinofil memiliki inti yang terdiri dari dua belahan dan butiran-butiran pada cairan
                              selnya dapat menyerap zat warna eosin yang bersifat asam. Eosinofil bergerak
                              lambat dan bersifat fagosit terhadap partikel-partikel asing di sekitarnya. Jumlah
                              eosinofil meningkat pada keadaan alergi, misalnya asma dan infeksi cacing tambang.
                         e.   Basofil memiliki inti yang berbentuk seperti huruf S, butiran-butiran pada cairan
                              selnya dapat menyerap zat warna yang bersifat basa. Geraknya lambat dan
                              peranannya masih belum jelas.


                     3. Keping-Keping Darah (Trombosit)

                              Komponen darah yang satu ini berupa kepingan-kepingan (platelet) yang tidak
                         berinti. Oleh karena itu, kurang tepat jika disebut sebagai trombosit yang berarti sel
                         darah pembeku. Keping-keping darah bentuknya tidak beraturan dengan ukuran
                         lebih kecil daripada eritrosit serta tidak berwarna dan juga tidak dapat bergerak
                         sendiri, tetapi hanya mengikuti aliran darah. Dalam keadaan normal jumlahnya
                         ± 250.000 keping per mm kubik. Keping darah ini berasal dari megakaryosit di
                         dalam sumsum merah pada tulang dan berperan dalam proses pembekuan darah.
                              Proses pembekuan darah merupakan suatu proses yang rumit dan melibatkan
                         banyak faktor antihemofili, yaitu faktor-faktor yang berperan untuk menghentikan
                         perdarahan. Proses pembekuan darah dimulai ketika terjadi kerusakan pada pembuluh
                         darah yang menyebabkan keping-keping darah keluar dari pembuluh bersama-sama
                         dengan komponen darah lainnya. Keping-keping darah mudah pecah setelah
                         bersinggungan dengan udara atau permukaan yang kasar sehingga enzim
                         tromboplastinogenase yang terdapat di dalamnya keluar dan bercampur dengan
                         plasma darah.


                     Biologi untuk SMA dan MA Kelas XI                                          109
   111   112   113   114   115   116   117   118   119   120   121