Page 169 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 169

Kantong udara              udara                  udara
                                 anterior


                     Kantong udara        paru-                paru-
                       posterior          paru                  paru

                                                                     pipa udara
                                                                    dalam paru-
                                                                       paru
                                       Inhalasi kantong      Ekshalasi kantong udara    Parabronki
                                         udara terisi       kosong paru-paru terisi udara
                                                                                         1 mm
                                                                                       Sumber: Biologi, 1999
                                         Gambar 7.11  Sistem pernapasan pada burung.
                              Kegiatan terbang dan usaha mempertahankan suhu tubuh menyebabkan burung
                         membutuhkan oksigen sangat banyak. Oleh sebab itu, paru-paru burung berkembang
                         membentuk kantong-kantong hawa di sekitar organ-organ lainnya untuk membantu paru-
                         paru memperbanyak perolehan oksigen. Secara anatomis kita perlu mengetahui awal
                         mula perkembangan kantong hawa (pundi-pundi udara) atau sakus pneumatikus ini.
                              Pada mulanya tenggorokan (bronkus primer) bercabang di daerah paru-paru
                         menjadi mesobronkus. Mesobronkus bercabang-cabang lagi menjadi bronkus
                         sekunder. Bronkus sekunder bercabang-cabang membentuk sejumlah parabronki.
                         Setiap parabronki membentuk kapiler-kapiler udara yang saling beranyaman. Kapiler
                         udara ini mengandung banyak pembuluh darah. Pada kapiler-kapiler udara inilah
                         terjadi proses respirasi atau tukar menukar gas.
                              Di luar paru-paru, bronkus sekunder meluas membentuk kantong-kantong hawa.
                         Jumlah udara dalam kantong hawa memengaruhi tinggi rendahnya terbang. Kantong
                         hawa juga mengisi beberapa rongga pada tulang. Dengan demikian, akan mengurangi
                         bobot badannya pada saat terbang. Udara dalam kantong hawa dapat mensuplai
                         oksigen ke paru-paru, baik dalam keadaan ekspirasi ataupun dalam keadaan inspirasi.

                             Rangkuman


                         Secara sederhana pernapasan dapat diartikan sebagai pertukaran gas antara organisme
                     dan lingkungannya. Pernapasan terjadi di luar sel (respirasi eksternal) pada sistem organ
                     dan di dalam sel (respirasi internal). Pernapasan memungkinkan terjadinya respirasi yang
                     merupakan reaksi pemecahan glukosa dengan bantuan enzim-enzim guna menghasilkan
                     energi. Selain menghasilkan energi,  pernapasan pun menghasilkan zat sampah berupa gas
                     karbon dioksida.
                         Alat pernapasan utama pada manusia adalah paru-paru. Jalur pernapasan pada
                     manusia adalah: udara melalui rongga hidung - faring - laring - trakea - bronkus - brokiolus
                     - alveolus. Difusi oksigen dan karbon dioksida pada paru-paru terjadi di bagian alveolus.


                     162                                                           Bab 7  Sistem Pernapasan
   164   165   166   167   168   169   170   171   172   173   174