Page 165 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 165

Cara pemberian obat asma yang           Horizon Biologi
                              paling baik adalah dengan cara di-
                              semprotkan/diisap langsung ke saluran       Respirator Emerson
                              pernapasan. Contohnya adalah peng-                 ruang kedap udara
                              obatan dengan menggunakan inhaler,
                              seperti tampak pada gambar.
                                  Ada beberapa alasan yang men-
                              dasarinya. Pertama, obat yang di-
                              semprotkan/diisap akan masuk                               pengembus
                              langsung ke saluran napas, jadi efeknya                    angin
                              lebih cepat. Kedua, karena masuknya   Respirator emerson (paru-paru kecil)
                              langsung ke saluran napas maka dosis-  merupakan alat bantu pernapasan
                              nya bisa lebih kecil untuk mendapatkan  yang mempunyai daya tahan cukup
                                                                    lama.
                              efek yang baik. Ketiga, efek samping  Cara kerja alat ini sebagai berikut.
                              obat yang disemprotkan/diisap akan    Tubuh pasien dimasukkan ke dalam
                              lebih kecil daripada yang diminum.    ruang kedap udara dengan kepala
                              Obat yang diminum akan masuk dahulu   berada di luar dan leher ditutup
                              ke perut, lalu diserap pembuluh darah  dengan menggunakan sebuah ban
                                                                    leher. Bilamana pengembus angin
                              dan baru diedarkan ke seluruh tubuh   bergerak ke bawah, tekanan udara
                              dan sebagian ke saluran napas sehingga  di dalam ruang (yang semula berada
                              dosisnya perlu lebih tinggi, efeknya lebih  pada tingkat atmosfer yang normal)
                              lambat dan efek samping lebih tinggi.  juga menurun. Lalu udara bertekanan
                           5) Bronkitis. Merupakan radang           atmosfer mengalir ke dalam paru-
                                                                    paru melalui hidung paru-paru besi
                              tenggorokan (bronki) yang disebabkan  itu. Pasien, oleh karenanya, secara
                              infeksi bakteri yang menyerang selaput  pasif mengembuskan napas melalui
                              epitel bronki.                        gerakan kembali otot dinding dada.
                           6) Pleuritis. Merupakan radang  pada     Dengan demikian, tekanan untuk
                                                                    membantu pernapasan keluar dapat
                              pleura di sekeliling paru-paru. Jika  dilakukan.
                              radangnya sangat parah, udara paru-
                              paru akan keluar menuju rongga antara pleura.
                           7) Emfisema. Penyakit ini ditandai dengan gejala hilangnya elastisitas paru-paru
                              karena terendam cairan atau terkikisnya sekat antara alveoli yang menimbulkan
                              luas permukaan membran berkurang.  Akibatnya, udara yang dihirup sedikit sekali.
                              Gejala yang ditimbulkan berupa sulit bernapas dan sangat sakit. Emfisema akan
                              terjadi pada setiap orang sejalan dengan bertambahnya usia, dan akan terjadi
                              lebih dini pada para perokok dan orang-orang yang bermukim di lingkungan
                              yang mengalami polusi cukup berat.
                           8) Mimisan. Perdarahan pada hidung sebagai akibat pecahnya kapiler darah sampai
                              ke permukaan jaringan epitel rongga hidung.


                     158                                                           Bab 7  Sistem Pernapasan
   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169   170