Page 167 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 167
pengatur mulut dan operkulum menyebabkan aliran air hanya satu arah. Kegiatan
hidup ikan ini dapat kamu amati dengan cara memperhatikan gerakan membuka dan
menutupnya mulut ikan ketika berenang di dalam air. Sepintas tampak seolah-olah
ikan sedang minum air, tetapi sebenarnya pada saat itu ikan sedang melakukan
pernapasan, yakni dengan cara melewatkan air melalui celah insang. Pada saat air
melewati insang, darah akan melepaskan karbon dioksida dan mengikat oksigen yang
terlarut di dalam air melalui celah insang tadi.
Pada beberapa jenis ikan tertentu yang hidup di air keruh (lumpur), misalnya
gurami, betok, gabus, dan lele memiliki alat bantu pernapasan yang disebut labirin.
Labirin ini merupakan perluasan insang, terletak di atas insang. Dengan adanya labirin
memungkinkan jenis-jenis ikan tersebut dapat bertahan hidup di tempat yang
kekurangan oksigen. Labirin berguna sebagai tempat menyimpan cadangan udara.
2. Sistem Pernapasan pada Amfibi
Salah satu hewan amfibi yang paling mudah dikenal dan banyak ditemukan di
lingkungan sekitar kita adalah katak. Dalam proses perkembangan hidupnya katak
mengalami metamorfosis. Pada fase awal dari kehidupannya, yaitu berupa berudu
atau kecebong yang hidup di air, sedangkan pada fase perkembangan selanjutnya
akan menjadi katak dewasa yang hidup di darat. Sejalan dengan perkembangan alat
pernapasannya, katak juga mengalami perubahan. Pada saat fase berudu katak
bernapas dengan menggunakan insang luar, sedangkan pada fase dewasa katak
bernapas menggunakan paru-paru dan kulit.
Pada proses perkembangannya, peran insang luar pada berudu digantikan oleh
insang dalam. Selanjutnya, insang luar tersebut akan mengalami perubahan dan tumbuh
menjadi semacam selaput kulit di sekitar rongga mulut, sedangkan insang dalam akan
berkembang menjadi paru-paru. Alat pernapasan katak tipis dan kaya dengan kapiler
darah, sehingga sangat baik untuk melakukan pertukaran oksigen dan karbon dioksida.
Seperti telah dikatakan di atas, selain menggunakan paru-paru, katak juga
bernapas dengan permukaan kulitnya. Kulit katak yang selalu basah dan berlendir
memudahkan udara untuk masuk secara difusi.
Katak memiliki rongga buko faring yang terletak di bagian bawah rongga
mulutnya. Rongga buko faring dibentuk antara rongga mulut dan faring. Pada rongga
ini terjadi gerakan sangat cepat. Pada saat bergerak, lubang hidung akan terbuka,
glotis tertutup sehingga menyebabkan udara luar masuk ke dalam rongga tersebut.
Katak secara teratur juga menekan udara pernapasan dari rongga mulut masuk
ke dalam paru-paru. Gerakan udara itu disebut gerakan menelan udara. Udara masuk
melalui lubang hidung menuju rongga mulut. Dari rongga mulut udara ditekan (ditelan)
masuk ke paru-paru. Pada saat menelan udara, lubang hidung menutup. Setelah terjadi
160 Bab 7 Sistem Pernapasan

