Page 91 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 91
1) Sendi Peluru
Sendi peluru, yaitu persendian yang memungkinkan terjadinya
mekanisme gerak ke segala arah. Persendian seperti ini terjadi pada
persendian yang terbentuk oleh hubungan antara tulang-tulang gelang bahu
dan tulang lengan bagian atas, juga terdapat pada persendian yang terbentuk
oleh hubungan antara tulang gelang panggul dan tulang paha.
2) Sendi Engsel
Sendi engsel merupakan persendian yang terbentuk oleh hubungan
antartulang yang hanya memungkinkan terjadinya gerakan ke satu arah.
Persendian seperti ini dapat ditemukan pada persendian yang terbentuk
oleh ruas-ruas tulang jari kaki maupun tangan atau persendian yang terbentuk
oleh tulang-tulang yang membentuk siku dan lulut.
3) Sendi Pelana atau Sela
Sendi pelana merupakan persendian yang terbentuk oleh hubungan
antartulang yang memungkinkan terjadinya gerakan kedua arah. Persendian
seperti ini terdapat pada hubungan antara tulang telapak tangan dan pangkal
ibu jari.
4) Sendi Putar
Sendi putar merupakan persendian di mana ujung tulang yang satu
dapat mengitari ujung tulang yang lain. Keadaan hubungan yang demikian
memungkinkan gerakan rotasi dengan satu poros, seperti persendian antara
tulang hasta dan pengumpil atau antara tulang atlas dengan tulang tengkorak.
5) Sendi Ovoid
Pada persendian ini gerakannya berporos dua, yaitu gerak ke kiri dan
ke kanan, maju mundur, dan ke muka ke belakang. Pada persendian ini
salah satu ujung tulangnya berbentuk oval, sedangkan tulang lain yang
merupakan pasangannya memiliki lekukan elips untuk tempat masuknya
tulang yang berbentuk oval tadi. Persendian seperti ini terdapat pada tulang
pengumpil dan tulang pergelangan tangan.
6) Sendi Luncur
Kedua ujung tulang pada sendi luncur agak rata sehingga
memungkinkan gerakan menggeser dan tidak memiliki poros. Sendi luncur
misalnya terdapat pada sendi antara tulang pergelangan tangan, antartulang
pergelangan kaki, tulang selangka, dan tulang belikat.
86 Bab 4 Sistem Gerak

