Page 90 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 90
c. Diartrosis (Sendi Gerak)
Pada pola hubungan ini, kedua ujung tulang tidak dihubungkan oleh jaringan
sehingga memungkinkan terjadinya gerakan. Nama lain untuk pola hubungan diartrosis,
yaitu hubungan sinovial. Diartrosis merupakan hubungan antartulang yang dicirikan
oleh keleluasaannya pada saat digerakkan dan bersifat fleksibel.
Beberapa ciri khusus dari pola hubungan diartrosis, yaitu:
1) permukaan sendinya diselubungi oleh selaput atau kapsul yang terbuat dari jaringan
ikat fibrosa;
2) di bagian dalam kapsul terdapat pembatas. Pembatas ini merupakan membran
jaringan ikat yang disebut pula membran sinovial. Membran ini menghasilkan
cairan pelumas yang disebut cairan sinovial yang fungsinya untuk mengurangi
gesekan;
3) kapsul-kapsul fibrosanya ada yang diperkuat oleh ligamen dan ada pula yang
tidak, dan di dalam kapsul biasanya terdapat bantalan-bantalan serabut tulang
rawan.
Hubungan tulang yang termasuk ke dalam pola hubungan diartrosis, yaitu sendi
peluru, sendi engsel, sendi putar, sendi pelana, sendi ovoid, dan sendi luncur. Berikut
akan dijelaskan bagaimana mekanisme setiap persendian melakukan gerakan.
sendi putar sendi peluru
sendi engsel
tulang betis
tulang lengan atas tulang kering tulang belikat
tulang hasta tulang
siku kaki bahu lengan atas
sendi engsel
sendi geser
sendi pelana
tulang pengumpul radius
tulang pergelangan tulang trapesium
tulang belikat tulang baji kedua tulang telapak
tangan
tulang baji pertama
pergelangan tangan tulang pergelangan kaki ibu jari
Sumber: Kamus Visual, 2003
Gambar 4.8 Beberapa jenis sendi pada tubuh manusia antara lain sendi peluru, sendi engsel,
sendi putar, dan sendi luncur.
Biologi untuk SMA dan MA Kelas XI 85

