Page 89 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 89
Pada rangka tubuh manusia terdapat tiga pola hubungan antartulang atau
persendian, yaitu sinartrosis, amfiartrosis, dan diartrosis. Berikut akan dijelaskan
satu per satu.
a. Sinartrosis (Sendi Mati)
Sinartrosis, yaitu pola hubungan antartulang yang sama sekali tidak memiliki
celah sendi. Hubungan antartulang pada pola ini, dihubungkan dengan erat oleh jaringan
serabut, karena itu tidak bisa digerakkan (sendi mati).
Pola hubungan tulang yang disebut sinartrosis dibagi menjadi dua tipe utama,
yaitu suture dan sinkondrosis. Suture adalah pola hubungan sinartrosis yang
dihubungkan dengan jaringan ikat serabut padat, misalnya pada tulang tengkorak.
Sinkondrosis adalah sinartrosis yang dihubungkan oleh kartilago hialin, misalnya
hubungan antara tulang epifisis dan diafisis pada tulang dewasa, hubungan tulang yang
seperti ini tidak dapat digerakkan.
b. Amfiartrosis
Pada pola hubungan tulang amfiartrosis, sendi dihubungkan oleh kartilago
sehingga memungkinkan untuk sedikit terjadi gerakan. Pola hubungan ini dibagi menjadi
dua, yaitu simfisis dan sindesmosis. Pada simfisis, sendi dihubungkan oleh kartilago
serabut yang bentuknya pipih. Pola hubungan ini dapat ditemukan pada sendi
intervertebral dan simfisis pubis, sedangkan pada sindesmosis, sendi dihubungkan
oleh jaringan ikat serabut dan ligamen. Sindesmosis contohnya pada sendi antara
tulang betis dan tulang kering.
jaringan ikat serabut
ligamen
tulang membran
sinovial
sutura
tulang minyak
rawan sendi sinovial
kapsul
tulang
tulang rawan belakang rawan sendi
Sumber: Kamus Visual, 2003
(a) (b) (c)
Gambar 4.7 Hubungan antartulang, yaitu (a) sinartrosis, (b) amfiartrosis, dan (c) diartrosis.
84 Bab 4 Sistem Gerak

