Page 52 - mewarna pelangi
P. 52

“Kita  datang  ke  sini  bukan  untuk  mencari  cinta.  Tapi  untuk

                   mencari ilmu. Aku harap kau dapat menerima hakikat itu. Aku anggap


                   kau sebagai seorang kawan, tak lebih dari itu,” jelasku.




                          “Azman!!!” Ita terkejut.




                          Wajah Ita berubah. Matanya sudah digenangi air jernih.




                          “Sampai hati kau mengguris hatiku ….”




                          “Aku tetap berdoa agar suatu hari nanti, kau akan bertemu jodoh


                   dengan  seorang  lelaki  yang  benar-benar  bertanggungjawab  dan

                   menyayangi dirimu.”




                          Di kaki langit, fajar kian menyingsing.

























                                                             52
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57