Page 53 - mewarna pelangi
P. 53
BAB 5
“Kadangkala saya mahu menjadi seperti sang camar putih.” Saripah
membetulkan rambutnya yang panjang hitam ikal mayang.
“Mengapa?” Aku membetulkan duduk di atas kerusi kayu yang
terletak di bawah pohon cemara yang rendang.
“Hidup saya terasa seolah-olah berada dalam sangkar.” Suaranya
tenggelam dalam deruan ombak.
“Ertinya selama ini Saripah tersekat oleh ayah dan ibu?”
“Ya!” angguk.
“Itu tandanya mereka sayangkan Saripah,” jelasku lagi.
53

