Dia tetap mempertahankan haknya yang sejati hingga ke titisan
darah yang penghabisan.
“Saya bimbang, bang!” Mak Limah bersuara cemas. Seperti
dibayangi rasa ketakutan. Namun Pak Hamid tidak menampakkan
perasaan yang resah gelisah sebaliknya bersikap tenang.
530