Page 253 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 253

Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam



                  wasan, bahkan seolah-olah pengawas hanya dijadikan
                  sebagai syarat untuk tandatangan naik pangkat atau
                  sertifikasi. Dengan semikian seyogyanya pengawas
                  diberikan kewenangan penuh atas hasil pengawasannya
                  untuk efek jera dan perbaikan kinerja guru, kepala se-
                  kolah dan komponen pendidikan lainnya.
               7.  Rekrutmen pengawas dari tenaga yang profesional
                  Rekrutmen merupakan dasar pertama dalam menyusun
                  dan memilih personal, dari sisi rekrutmen ini, maka
                  baik dan buruknya kepengawasan juga ditentukan.
                  Boleh jadi, semula baik dan begitu jadi pengawas, ia
                  berubah. Untuk itu, dalam rekrutmen perlu ada kepas-
                  tian hukum atau aturan tentang rekrutmen dan mem-
                  berikan ikatan yang pasti untuk menjadi pengawas yang
                  berkompeten dan profesional.
               8.  Adanya tindak lanjut dari permasalahan hasil penga-
                  wasan
                  Permasalahan klasik antara lain, bahwa keberadaan
                  pengawas dianggap hanya pelengkap dan tidak memi-
                  liki efek apapun. Oleh karenanya, sering dijumpai ha-
                  sil pengawasan tidak ada tindak lanjut, baik oleh guru
                  yang bersangkutan maupun pimpinan pendidikan di-
                  atasnya, sehingga hasil pengawasan menumpuk tanpa
                  analisis dan tindak lanjut begitu saja.
               9.  Adanya evaluasi yang berkelanjutan
                  Perlu adanya tindak lanjut hasil evaluasi pengawasan,
                  oleh karenanya, rekomendasi hasil pengawasan ha-
                  rus jelas dan tegas, apa permasalahan yang mendasar,
                    mengapa terjadi, dan bagaimana solusinya, kemudian
                  tidak didiamkan namun ditindaklanjuti.

                                    FTAR PU


                                                                      251
   248   249   250   251   252   253   254   255   256   257   258