Page 78 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 78
Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam
menjadi insan yang beriman hingga mati dalam keadaan Is-
lam, sebagaimana Firman Allah Swt.,
ِ ۡ
﴾َ نوملسُّ م متنَ أو َّ لإ َّ نتوَُ ت َ لو هتاَ قـت َّ قح َّ للٱ ْ اوُ قَّـتٱ ْ اونماء نيذلٱ اهُّـيَٰ ي﴿
ِِ
َِّ
ِ
ٓ
ُ
ُ
ُ َ
َ
َ َ
ُ َ َ
َُ َ َ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebe-
nar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali da-
lam keadaan muslim.” (Ali Imran: 120)
3. Fungsi Pendidikan Agama Islam
Pendidikan agama Islam mempunyai fungsi sebagai media
untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Swt., ser-
ta sebagai wahana pengembangan sikap keagamaan dengan
mengamalkan apa yang telah didapat dari proses pembelaja-
ran pendidikan agama Islam.
Zakiah Daradjad (dalam Metodik Khusus Pengajaran
Agama Islam) mengatakan bahwa sebagai sebuah bidang stu-
di di sekolah, pengajaran agama Islam mempunyai tiga fungsi:
(1) Menanamtumbuhkan rasa keimanan yang kuat; (2) mena-
namkembangkan kebiasaan dalam melakukan amal ibadah,
amal saleh, dan akhlak mulia; dan (3) menumbuhkembang-
kan semangat untuk mengolah alam sebagai anugerah Allah
Swt. kepada manusia (Zakiah Daradjad, 1995: 174).
Dari pendapat di atas dapat diambil beberapa hal tentang
fungsi dari pendidikan agama Islam yang dapat dirumuskan
sebagai berikut:
1. Pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ke-
taqwaan siswa kepada Allah Swt. yang ditanamkan da-
lam lingkup pendidikan keluarga.
2. Pengajaran, yaitu untuk menyampaikan pengetahuan
keagamaan yang fungsional.
3. Penyesuaian, yaitu untuk menyesuaikan diri dengan
lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan
76

