Page 7 - TULIS AKSI LEWAT LITERASI
P. 7

Pemberantasan Korupsi: Cabut Akarnya


                                                         Khairuddin



                           Pemberantasan Korupsi yang sudah akut di sebuah masyarakat perlu
                   langkah  yang  komprehensif.  Penindakan  atau  upaya  represif  saja  tidak
                   cukup  karena  seserius  apapun  ancaman  hukuman  pidana  korupsi  belum
                   mampu  memberikan  efek  jera  atau  deterrent  effect.  Sebagaimana

                   diamanatkan  undang-undang,  pemberantasan  korupsi  harus  dilakukan
                   dengan penindakan, perbaikan sistem dan edukasi. Membereskan dampak
                   korupsi  seperti  kemiskinan,  biaya  publik  mahal  tapi  tidak  bermutu,  politik
                   uang,  rendahnya  supremasi  hukum,  kerusakan  lingkungan,  buruknya  tata
                   kelola  organisasi  dan  lain-lain  adalah  pekerjaan  melelahkan  yang
                   menghabiskan energi bangsa. Ibarat membunuh tikus yang masuk ke rumah,

                   tidak akan ada habis-habisnya karena tikus-tikus akan terus masuk selama
                   rumah tersebut tidak dibersihkan dan terus dibiarkan kotor dan rusak. Jadi
                   memberantas  korupsi  haruslah  dengan  mencabut  akarnya  yaitu
                   menghilangkan penyebab  korupsi itu  sendiri baik faktor  internal atau niat
                   dan eksternal atau kesempatan.


                           Niat  untuk  melakukan  perbuatan  baik  dan  buruk  pada  dasar  nya
                   melekat dalam diri manusia, karena selain memiliki goodwill, manusia juga
                   memiliki  sifat  predatoris  sebagai  selfish  genes  yang  mementingkan  diri
                   sendiri.  Untuk  menjadi  manusia  yang  memiliki  niat  baik  adalah  dengan
                   menanamkan dan memperkuat nilai-nilai baik atau values, dan menjauhkan

                   nilai-nilai  buruk.  Nilai-nilai  baik  tersebut  berupa  jujur,  peduli,  mandiri,
                   tangggung jawab, kerja keras sederhana, berani dan adil. Sedangkan nilai-
                   nilai buruk seperti, serakah, takut, malas, konsuptif, dan lain-lain kebalikan
                   dari  nilai-nilai  baik.  Sebagian  besar  manusia  berhasil  menanam  dan
                   menrapkan  nilai-nilai  baik  tersebut,  hanya  sebagian  kecil  saja  yang
                   menjalankan nilai-nilai buruk. Tetapi, segelintir orang jahat ini sering merasa

                   bebas melakukan kejahatannya karena orang-orang baik tidak melakukan
                   apa-apa  terhadap  keburukan  yang  didampak  oleh  perbuatan  segelintir
                   orang  bernilai  buruk  tersebut.  Akibat  dari  pengabaian  kita  terhadap
                   mereka, jadilah dunia dan kehidupan dunia ini sperti keos penuh kerusakan.

                   Benar adanya yang dikatakan Albert Einstein,  "The world is dangerous not
                   because of those who do harm, but because of those who look at without doing
                   anything."  Kita  sudah  terlalu  apatis  dan  pesimis  dengan  diri  kita  sendiri,
                   terhadap mereka yang terlalu pragmatis dan oportunis. Semestinya orang
   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12