Page 107 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 107
90 Anatomi Fisiologi
Hormon neurohypophyseal utama adalah vasopresin (hormon
antidiuretik) dan oksitosin, yang disintesis dan dimasukkan ke dalam
butiran neurosekretoris dalam tubuh sel inti. Hormon-hormon tersebut
disintesis sebagai bagian dari protein prekursor yang mencakup salah
satu hormon dan protein yang disebut neurofisin (Nugrahaeni, 2020).
Pada lobus ini dihasilkan hormon:
1. Hormon Vasopresin/Hormon Antidiuretik (ADH)
Hormon ini bekerja melalui reseptor tubulus distal ginjal,
mengonsentrasi urine yaitu dengan menambahkan aliran osmotik dari
lumina menuju ke intestinum medular sebagai pembentuk kontraksi
pada otot polos.
2. Hormon ini menyebabkan ginjal mengembalikan banyak air ke darah,
sehingga menurunkan volume urine. Dengan tidak adanya ADH, urine
dapat meningkat lebih dari sepuluh kali lipat (Nugroho, 2021).
3. Hormon Oksitoksin
Hormon ini berperan dalam mengeluarkan air susu, dengan cara
memberikan rangsangan pada mamae dari isapan bayi untuk
menimbulkan ejeksi air susu. Hormon ini juga berperan dalam
membantu pengeluaran vetus dan plasenta sewaktu persalinan, dan
turut merangsang serviks dalam mensekresi oktitosin yang berfungsi
pada proses partus (Kirnantoro & Maryana, 2021).
6.3.2 Tiroid
Betuk kelenjar tiroid seperti kupu-kupu yang terletak pada leher bawah dan
menempel di tulang laring kanan tepatnya didepan trakea. Kelenjar tiroid terbagi
atas dua bagian, di mana masing-masing bagian mempunyai panjang lebar 2.5
cm, panjang 4 cm, dan ketebalan 2 cm. Fungsi kelenjar ini sangat berkaitan
dengan metabolik khususnya untuk pengaturan kimia jaringan, perangsang
oksidasi, pengatur oksigen, dan pengatur karbon dioksida (Kirnantoro &
Maryana, 2021).
Kelenjar tiroid tersusun dari sejumlah vesikel yang dibatasi oleh epitelium
silinder, yang kemudian disatukan oleh jaringan ikat. Sel itu memproduksi
cairan lekat mengandung zat yodium aktif yaitu hormon tiroksin dan

