Page 106 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 106
Bab 6 Anatomi dan Fisiologi Sistem Endokrin 89
• Lutenizing Hormone (LH), berfungsi mengatur produksi
progesteron dan estrogen di ovarium, serta turut memengaruhi
luteinisasi pada perempuan dan laki-laki.
e. Hormon Lutetropik (LTH) atau Prolaktin (PRL)
Hormon ini berfungsi mengatur laktasi dengan memengaruhi
secara langsung kelenjar susu. Hormon ini dapat merangsang
pertumbuhan payudara dan merangsang produksi air susu. Selama
kehamilan, hormon ini akan semakin meningkat hingga mendekati
kelahiran, dan akan menurun setelah proses kelahiran terjadi.
Produksi dan sekresi masing-masing hormon hipofisis anterior
utama diatur oleh peptida yang dilepaskan dari neuron eminensia
media hipotalamus ke dalam vena hipofisis portal, yang melintasi
jarak pendek ke mikrovaskularis hipofisis. Diantara peptida-
peptida itu adalah hormon pelepas tirotropin, kortikotropin,
gonadotropin, dan pertumbuhan. Hipotalamus juga menghasilkan
dopamin dan somatostatin, yang masing-masing merupakan
inhibitor ampuh prolaktin dan GH.
Feedback yang melibatkan hormon hipofisis dan kelenjar
targetnya memainkan peran penting dalam pensinyalan hormon
hipofisis. Sekresi TRH misalnya dihambat oleh hormon tiroid
yang juga menghambat efek TRH pada tirotrof. Feedback negatif
semacam ini membantu menjaga keseimbangan yang stabil antara
sekresi hormon hipofisis dan sekresi hormon yang diproduksi oleh
kelenjar target hipofisis (Nugrahaeni, 2020).
2. Posterior
Lobus posterior hipofisis sebagian besar terdiri dari ekstensi proses
(akson) dua pasang kelompok besar sel saraf di hipotalamus. Salah
satu nukleus tersebut yang dikenal sebagai nukleus supraoptik.
Nukleus ini terletak tepat di atas saluran optik, sedangkan mukleus
lainnya yang dikenal sebagai nukleus paraventrikular terletak di setiap
sisi ventrikel ketiga otak. Nukleus-nukleus itu, akson dari tubuh sel-sel
saraf yang membentuk nuklei, dan ujung saraf di hipofisis bagian
posterior membentuk sistem neurohypophyseal (Nugrahaeni, 2020).

