Page 103 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 103
86 Anatomi Fisiologi
Selain menghasilkan hormon, kelenjar endokrin memiliki beberapa fungsi
yaitu:
1. Mengatur dan merangsang kelenjar dalam tubuh
2. Merangsang pertumbuhan sistem jaringan
3. Mengatur oksidasi tubuh
4. Mengatur metabolisme dari lemak, vitamin, protein, air, dan mineral
(Kirnantoro & Maryana, 2021).
6.2 Hormon
Hormon asal kata hormone yang berarti membangkitkan atau membuat suatu
gerakan. Hormon adalah molekul yang diproduksi oleh kelenjar endokrin
dibawa melalui darah ke sel targetnya (Kharisma, 2018). Beberapa hormon
hanya memiliki sedikit sel target spesifik, sedangkan hormon lain memengaruhi
banyak jenis sel di tubuh. Sel-sel target untuk setiap hormon dicirikan oleh
adanya molekul-molekul penyangga tertentu yang terletak di dalam sel atau
permukannya. Interaksi antara hormon dengan reseptornya memicu serangkaian
reaksi biokimia dalam sel target yang pada akhirnya mengubah fungsi atau
aktivitas sel (Perdana & Satria, 2020).
Hormon kimia dapat diklasifikasikan menjadi empat kelompok, yaitu:
1. Asam amino yang diturunkan, hormon yang dimodifikasi asam amino.
2. Hormon polipeptida dan protein adalah rantai asam amino kurang dari
atau lebih dari sekitar 100 asam amino. Beberapa hormon glikoprotein
mengandung glukosa dan karbohidrat.
3. Hormon steroid adalah lipid yang disintesis dari kolesterol. Steroid
ditandai oleh empat cincin karbohidrat interlocking.
4. Eicosanoids adalah lipid yang disintesis dari rantai asam lemak
fosfolipid yang ditemukan di membran plasma (Kirnantoro &
Maryana, 2021).

