Page 199 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 199
182 Anatomi Fisiologi
folikel rambut sehingga menyekresikan sebum secara langsung ke
permukaan kulit.
Sebum menutup permukaan rambut dan menjaga rambut lembut, halus
dan tampak berkilau. Pada kulit sebum mencegah evaporasi air
berlebihan, menjaga kulit agar tetap lunak dan lembut serta bekerja
sebagai agen bakterisida dan fungisida untuk mencegah infeksi.
Aktivitas kelenjar sebasea meningkat saat pubertas dan menurun saat
lansia (Waugh and Grant, 2017)(Tortora and Derrickson, 2016)
2. Kelenjar Sudorifera
Kelenjar sudorifera atau kelenjar keringat, adalah kelenjar yang
tersebar luas di kulit. Jumlahnya sekitar tiga sampai empat juta
kelenjar keringat dalam tubuh. Terdapat dua jenis kelenjar keringat
yaitu: ekrin dan apokrin
a. Kelenjar keringat ekrin
Kelenjar keringat ekrin adalah kelenjar tubular bergelung selapis
yang lebih banyak dan ditemukan di seluruh tubuh. Kelenjar ekrin
memproduksi memproduksi keringat, sekresi bening yang
terutama terdiri dari air plus beberapa garam (natrium klorida),
vitamin C, sisa-sisa metabolisme (amonia, urea, asam urat), dan
asam laktat (bahan kimia yang terakumulasi selama aktivitas otot
yang berat). Keringat bersifat asam (pH dari 4-6), karakteristik
yang menghambat pertumbuhan bakteri tertentu, yang selalu ada
di permukaan kulit. Kelenjar keringat ekrin mulai berfungsi segera
setelah lahir.
Kelenjar ekrin tersebar di seluruh kulit sebagian besar regio tubuh,
terutama pada kulit dahi, telapak tangan dan telapak kaki. Tetapi
tidak ditemukan di pinggir bibir, bantalan kuku jari tangan dan
kaki, glans penis, klitoris, labia minora dan gendang telinga.
Keringat yang dihasilkan oleh kelenjar ekrin dalam keadaan
normal sekitar 500 ml setiap hari. Fungsi utama kelenjar kerin
adalah membantu mengatur suhu tubuh (termoregulasi). Bersama
penguapan keringat, banyak energi panas meninggalkan
permukaan tubuh.

