Page 200 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 200

Bab 10 Anatomi Fisiologi Sistem Integumen                     183


                     Kelenjar  keringat  ekrin  juga  melepas  keringat  sebagai  respons
                     terhadap  stress  emosional  seperti  ketakutan  dan  malu.  Jenis
                     berkeringat ini disebut dengan keringat emosional atau keringat
                     dingin.
                  b.  Kelenjar keringat Apokrin
                     Kelenjar keringat apokrin juga merupakan kelenjar tubular selapis,
                     bergelung.  Kelenjar  keringat  apokrin  terutama  ditemukan  pada
                     kulit aksila, lipat paha, areola payudara, regio berjenggot pada pria
                     dewasa. Saluran kelenjar apokrin mengarah ke folikel rambut di
                     dekatnya daripada langsung ke permukaan kulit. Keringat apokrin
                     lebih kental dan lebih seperti susu daripada keringat ekrin karena
                     memiliki lebih banyak asam lemak dan protein di dalamnya.
                     Kelenjar keringat apokrin adalah kelenjar aroma yang merespons
                     secara  khusus  terhadap  stres  dan  rangsangan  seksual.  Kelenjar
                     keringat apokrin tidak berfungsi sampai pubertas, dan pada wanita,
                     kelenjar  apokrin  membesar  dan  mengecil  sejalan  dengan  siklus
                     menstruasi.
                     Keringat  yang  disekresi  kelenjar  apokrin  segar  tidak  berbau.
                     Namun ketika keringat apokrin berinteraksi dengan bakteri pada
                     permukaan     kulit,   bakteri   memetabolisme   komponen-
                     komponennya,  menyebabkan  keringat  apokrin  memiliki  bau
                     kasturi yang disebut dengan bau badan. Kelenjar keringat apokrin,
                     Bersama  kelenjar  ekrin  aktif  selama  berkeringat  emosional.
                     Kelenjar  apokrin  juga  menyekresi  keringat  selama  aktivitas
                     seksual,  tetapi  tidak  aktif  selama  berkeringat  pengatur  duhu
                     sehinggat  tidak  berperan  pada  termoregulasi  (Tortora  and
                     Derrickson, 2016)(Saladin, 2018).
              3.  Kelenjar Seruminosa
                  Kelenjar seruminosa adalah kelenjar apokrin yang dimodifikasi dalam
                  liang telinga luar. Menghasilkan sekresi pelumas seperti lilin. Sekresi
                  bergabung dengan sebum dan sel-sel epidermis mati untuk membentuk
                  kotoran  telinga,  atau  serumen.  Kelenjar  seruminosa  adalah  kelenjar
                  tubular sederhana yang melingkar dengan saluran yang mengarah ke
   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204   205