Page 38 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 38

Bab 2 Anatomi Fisiologi Sistem Muskuloskeletal                 21


              2.1.2 Struktur Tulang Panjang

              Tulang panjang terdiri dari:
              Diafisis. Diafisis atau korpus merupakan bagian tengah tulang yang berbentuk
              silindris. Bagian ini terdiri dari korteks tulang yang memepunyai kekuatan besar
              sekali. Terdiri atas tulang kompak dengan rongga sumsum tulang, medula.

              Metafisis adalah bagian tulang yang melebar dekat ujung tulang. Daerah ini
              sebagian  besar  terdiri  dari  trabekula  tulang  atau  tulang  spongiosa  dan
              mengandung sumsum tulang Sumsum ini terdapat juga di bagian epifisis dan
              diafisis  tulang.  Bagian  ini  juga  menyangga  sendi  dan  merupakan  tempat
              perlekatan tendon dan ligamen.
              Lempeng epifisis merupakan bagian pertumbuhan longitudinal pada anak-anak.
              Bagian  ini  akan  menghilang  pada  pematangan  tulang.Terdiri  atas  tulang
              spongiosa dengan kortexnya tulang kompak. Epifisis dan metafisis ialah bagian
              tulang yang tumbuh. Sumsum tulang berwarna merah pada orang muda dan
              kuning pada orang dewasa, kecuali tulang gepeng ( tengkorak, iga, vertebra,
              pelvis ).
              Pada orang dewasa rongga tulang spongiosa pada epifisis berhubungan dengan
              rongga sumsum tulang diafisis. Pada anak-anak yang masih tumbuh, epifisis dan
              diafisis dipisahkan oleh lempeng tulang rawan epifisis, yang bersatu dengan
              diafisis melalui suatu tulang spongiosa yang disebut metafisis. Lempeng tulang
              rawan epifisis merupakan tempat tulang panjang bertumbuh menjadi panjang.
              Semua  permukaan  tulang  diliputi  oleh  jaringan  ikat  khusus  yang  disebut
              periosteum,  kecuali  pada  bagian  yang  membentuk  sendi  di  mana  tulang
              terbungkus oleh rawan. Periosteum adalah membran yang kuat dan kaya akan
              vaskularisasi dari jaringan ikat. Periosteum penting untuk menebalkan tulang
              dan  menyembuhkan  fraktur.  Periosteum  mengandung  sel-sel  yang  dapat
              berproliferasi, berperanan dalam proses pertumbuhan transversa tulang Panjang.
              Kebanyakan  tulang  panjang  mempunyai  arteri  nutrisi.  Lokasi  dan  potensi
              pembuluh-pembuluh  inilah  yang  menentukan  juga  keberhasilan  proses
              penyembuhan tulang sesudah fraktur.
   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43