Page 41 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 41
24 Anatomi Fisiologi
Matrix
Mengandung gugusan kalsium – fosfat – karbonat yang memberikan sifat keras
/ kukuh daripada tulang. Gugusan ini diendapkan pada jaringan interseluler
akibat pengaruh enzim fosfatase alkalik. Jaringan interseluler (matrix) yang
belum mengandung mineral disebut osteoid.
Pertumbuhan tulang dipengaruhi oleh:
1. Berbagai hormon hipofisis, thyroid, kortex adrenal, parathyroid,
estrogen dan androgen.
2. Vitamin A – mempengaruhi kegiatan osteoklas.
Vitamin B complex – mempercepat pembentukan callus pada fraktura.
Vitamin C – mempengaruhi permbuatan bahan kolagen antar sel (merangsang
osteoblas).
Vitamin D – memperngaruhi pengendapan mineral pada tulang.
2.1.4 Tulang Rawan
Tulang rawan merupakan jenis jaringan ikat khusus pada orang dewasa. Seperti
jaringan-jaringan ikat yang lain, tulang rawan mempunyai sel-sel dan matriks
tulang rawan, dan juga mengandung serabut-serabuut dan substansi dasar.
Matriks tulang rawan padat dan elastis. Matriks tulang rawan mempunyai
substansi dasar dan serabut -serabut . Substansi dasar terdapat dalam bentuk gel
dibuat dari proteoglikans-proteoglikans, bukan protein kollagen, lemak-lemak
elektrolit dan air.
Proteoglikans-proteoglikans merupakan konjugasi dari mukoprotein,
glikosamino- glikans, kondroitin sulfat dan keratin sulfat. Molekul -molekul
proteoglikans terilkat erat dengan molekul-molekul kollagen dari serabut-
serabut, yang ditambahkan guna memperkuat serabut-serabut kollagen. Glikos-
amino glikans bertanggung jawab untuk daya elastisitas dan kemampuan tulang
rawan untuk menahan tekanan.
Serabut-serabut pada matriks selain merupakan serabut-serabut kollagen yang
halus , juga terdapat serabut-serabut kollagen yang panjang dan tebal atau
serabut-serabut ini bertanggung jawab untuk daya rigiditas tulang rawan yang
akan sama baiknya dengan kekuatan daya elastisitasnya, kekuatan
kelentingannya, dan kemampuan untuk menahan tekanan serta gaya-gaya

