Page 64 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 64
Bab 3 Sistem Pernafasan 47
3.7 Pengaturan dan Pengendalian
Pernafasan
Mekanisme pernafasan diatur dan dikendalikan oleh 2 faktorutama yaitu
kimiawi dan pengendalian oleh saraf.(Ganong, F. William 2008).
3.7.1 Kendali Kimiawi
Faktor kimiawi adalah faktor utama dalam pengendalian dan pengaturan
frekwensi, kecepatan dan dalamnya gerakan pernafasan. Pusat pernafasan di
sumsum sangat peka terhadap reaksi kimia. Karbondioksida adalah produk
asam dari metabolisme, yang merangsang pusat pernafasan untuk mengirim
keluar impuls saraf yang bekerja atas otot pernafasan.(Ganong F. William,
2008) .
Latihan menyebabkan peningkatan pada jumlah karbondioksida dan yang
dihasilkan oleh kerja otot-otot. Peningkatan kadar karbon dioksida dalam darah,
atau penigkatan konsentrasi ion hidrogen (H) darah, mempunyai efek kuat yang
langsung pada neuron-neuron susunan retikular yang menyebabkan
peningkatan kecepatan dan kedalaman pernafasan dengan peningkatan ekskresi
karbon dioksida.
Pusat pengendalian ada di kemoreseptor yang mendeteksi perubahan kadar
oksigen, karbondioksida dan ion hydrogen dalam darah arteri dan cairan
serebrospinalis dan menyebabkan penyesuaian yang tepat antara frekuensi dan
kedalaman respirasi. (Ganong F. William, 2008)
1. Kemorrseptor sentral, yaitu neuron yang tereletak dipermukaan ventral
lateral medulla. Peningkatan kadar karbondioksida dalam darah arteri
dan cairan serebrospinalis merangsang peningkatan frekuensi dan
kedalaman respirasi. Penurunan kadar oksigen hanya sedikit
berpengaruh pada kemoreseptor sentral.
2. Kemorseptor perifer yaitu terletak dibadan aorta dan karotid pada
system arteri. Kemoreseptor ini merespon terhadap perubahan
konsentrasi ion oksigen, karbondioksida dan ion hidrogen. Sebagai
contoh jika kita melakukan olahraga maka akan terjadi proses
pembakaran di dalam tubuh, hal ini memerlukan oksigen yang sangat

