Page 263 - BMP Pendidikan Agama Kristen
P. 263

249



                masing  dan  untuk  beribadat  menurut  agama  dan  kepercayaannya  itu.”
                Berdasarkan  UU  No.  1/PNPS/1965  tentang  Pencegahan  Penyalahgunaan
                dan/atau Penodaan Agama, ada enam agama yang diakui oleh pemerintah
                yaitu Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu. Belakangan
                berdadasarkan  Putusan  Mahkamah  Konstitusi  Republilk  Indonesia
                tertanggal 7 November 2017, aliran kepercayaan dan agama asli Nusantara
                juga diakui oleh negara.

                D. Politik dan Agama di Indonesia
                     Hubungan  politik  dan  agama  di  Indonesia  dapat  dikatakan  sangat

                kuat. Bahkan berdirinya negara ini tidak bisa dilepaskan dari peranan para
                tokoh agama, kelompok agama dan partai politik berbasiskan agama. Dalam
                sidang  Panita  Persiapan  Kemerdekaan  Indonesia  (PPKI)  pada  tanggal  18
                Agustus  1945,  sehari  setelah  proklamasi  kemerdekan  negara  Republik
                Indonesia, terjadi perdebatan di antara para founding fathers tentang dasar
                negara  Indonesia.  Perdebatan  antara  kelompok  Islam  seperti  Masyumi,
                Nahdlatul  Ulama  dan  Partai  Syarikat  Islam  Indonesia  dengan  kelompok
                nasionalis-sekuler  terjadi  terutama  pada  perumusan  sila  pertama
                          21
                Pancasila.
                     Rumusan sila pertama yang diusung oleh kelompok Islam dan yang
                dihasilkan  dalam  sidang  Badan  Penyelidik  Usaha-usaha  Persiapan
                Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tanggal 22 Juni 1945 berbunyi, “Ke-
                Tuhanan,  dengan  kewajiban  menjalankan  syariat  Islam  bagi  pemeluk-
                pemeluknya.”  Rumusan  ini  kemudian  dikenal  dengan  sebutan  Piagam
                        22
                Jakarta.  Bagi kelompok Islam, penempatan tujuh kata dalam sila pertama
                Pancasila ini menjadi sangat penting. Hal ini merupakan pengakuan dan
                penghormatan  terhadap  posisi  serta  peran  umat  Islam  yang  merupakan
                penduduk mayoritas di negara Indonesia.
                     Namun dalam sidang PPKI, rumusan sila pertama Pancasila tersebut

                disepakati untuk diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa.” Perubahan
                ini  menunjukkan  adanya  kompromi  untuk  menghindari  bentrokan  dua


                21  Lihat Solahudin, NII Sampai JII: Salafy Jihadisme di Indonesia (Jakarta: Komunitas Bambu,
                2011) dan Ahmad Syafii Maarif, Studi tentang Percaturan dalam Konstituante: Islam dan
                Masalah Kenegaraan (Jakarta: LP3ES, 1985).
                22  Abdilla Fauzi Achmad, Tata Kelola Bernegara dalam Perspektif Politik (Jakarta: Golden
                Terayon Press, 2012), 403-404.
   258   259   260   261   262   263   264   265   266   267   268