Page 265 - BMP Pendidikan Agama Kristen
P. 265
251
E. Politik dan Kekristenan
Penjelasan sebelumnya menunjukkan bahwa politik berkaitan dengan
pemerintahan, urusan kenegaraan, hidup berbangsa dan bermasyarakat
serta kekuasaan dan otoritas untuk mengatur semua hal tersebut. Dengan
kata lain, politik, pemerintahan dan kekuasaan merupakan satu kesatuan
yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan Yesus Kristus mengakui adanya
kekuasaan yang harus dimiliki oleh para raja untuk memerintah di dunia ini
sebagaimana dicatat di dalam Lukas 22:25, “Raja-raja bangsa-bangsa
memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas
mereka disebut pelindung-pelindung.”
Sebelum berbicara tentang politik dari perspektif agama Kristen, mari
kita melihat perkembangan model hubungan Tuhan dengan umat-Nya yang
secara detail menggambarkan otoritas dan kekuasaan Tuhan terhadap umat
yang dipimpin-Nya. Ketika TUHAN memanggil Abraham untuk
memisahkan diri dari keluarganya dan pergi menuju negeri yang akan
ditunjukan kepadanya (Kej. 12:1), TUHAN berjanji akan menjadikan
Abraham sebagai bangsa yang besar. Sesuai dengan yang dijanjikan,
TUHAN membuat keturunan Abraham dari Ishak bertambah banyak
bahkan menjadi sangat banyak.
Itu sebabnya, ketika TUHAN membawa bangsa yang merupakan
keturunan Abraham keluar dari Mesir menuju negeri yang dijanjikan-Nya
diperlukan hukum dan peraturan untuk mengatur mereka. TUHAN
memberikan sepuluh hukum utama dan aturan-aturan lainnya kepada
Musa. Aturan-aturan yang kemudian dikenal sebagai hukum Taurat ini
diberikan kepada bangsa Israel untuk mengatur kehidupan bermasyarakat
di antara mereka agar tercipta ketertiban, keamanan dan ketenteraman, di
mana TUHAN sendiri yang menjadi pemimpin mereka melalui Musa dan
Imam Besar Harun.
Setelah Musa dan Imam Besar Harun meninggal dunia dan setelah
bangsa Israel menempati negeri yang dijanjikan TUHAN, maka TUHAN
membangkitkan hakim-hakim untuk mengatur bangsa Israel dan
memastikan mereka tetap menghormati semua aturan yang telah
disampaikan TUHAN (Hak. 2:16). Lalu munculah sejumlah hakim yang
dihormati oleh bangsa Israel seperti Otniel, Ehud, Debora, Barak dan
Gideon untuk memimpin, mengatur dan menyelamatkan bangsa Israel dari

