Page 101 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 101

Banyak proyek pembangunan seperti pembangunan jalan, sekolah,
                      rumah sakit, dan berbagai fasilitas umum, menjadi terbengkalai atau
                      bahkan  gagal  dibangun  gara-gara  minimnya  partisipasi  masyarakat.
                      Pembangunan  itu  misalnya  terkendala  oleh  masalah  pembebasan
                      lahan.  Akibatnya  proyek  tersebut  tertunda-tunda  atau  bahkan  gagal
                      dilaksanakan  dan  dana  yang  telah  dianggarkan  untuk  itu  terpaksa
                      dikembalikan ke kas Negara.

                         Namun  ada  juga  yang  terjadi  sebaliknya,  proyek-proyek  yang
                      dilakukan  melalui  program  PNPM  misalnya,  karena  besarnya
                      partisipasi masyarakat, meski dan dana yang disediakan hanya Rp. 10
                      Juta, namun bisa menyelesaikan proyek pembangunan senilai Rp. 30
                      Juta. Di Padang Pariaman misalnya, masyarakat setempat membangun
                      jalan dengan bergotong royong dan swadaya.

                         Masih  banyak  contoh  partisipasi  masyarakat  yang  tak  terhitung
                      nilainya.  Dalam  membangun  masjid  atau  mushola  misalnya.
                      Umumnya mushola dan masjid di Sumatera Barat dibangun dengan
                      gotong royong dan swadaya masyarakat. Begitu juga sejumlah jalan
                      lingkungan,  jalan  desa  atau  saluran  irigasi,  kebanyakan  dibangun
                      dengan swadaya masyarakat.

                         Partisipasi  masyarakat  itu  bisa  digalang  melalui  media  massa.
                      Informasi  yang  disampaikan  melalui  media  massa  membuat
                      masyarakat tahu apa rencana pembangunan yang akan dilakukan, apa
                      manfaat  pembangunan  tersebut,  selanjutnya  paham  apa  peran  yang
                      bisa mereka ambil, baik yang ada di Sumbar maupun yang di Rantau.
                      Kunci munculnya partisipasi masyarakat adalah mengetahui informasi
                      yang benar, akurat, serta munculnya kepercayaan (Truth). Hal ini bisa
                      terbangun setelah mendapat informasi dari media massa.


                         Karena  menyangkut  aspek  akurasi  dan  kepercayaan,  tentu  saja
                      pengelola media massa (Pers) harus bekerja secara profesional serta
                      selalu mendahulukan akurasi sebuah informasi, tidak tercampur antara
                      fakta  dengan  opini,  apalagi  keinginan  pribadi.  Pers  boleh  saja
                      berfungsi  sebagai  kontrol  dan  mengkritik  pemerintah  dalam
                      menjalankan pembangunan, namun tentu dengan mengemukakan fakta
                      dan data yang akurat. Akurasi sebuah berita adalah kunci kepercayaan



                                                   77
   96   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106