Page 266 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 266

esensi  dan  manfaat  budaya  kerja;  b)  Upaya  sosialisasi  dan  diseminasi
                    tentang  tahapan  dan  teknik  penerapan  budaya  kerja  juga  belum
                    terprogram secara sistematis.

                    Dari  hasil  identifikasi  tadi,  diharapkan  dapat  dirumuskan  alternatif
               kebijakan  lebih  operasional  dalam  menumbuhkan  dan  membangun  budaya
               kerja organisasi  pemerintah daerah dan perusahaan daerah, sehingga dapat
               memacu kinerja pelayanan sektor publik secara lebih baik.


               1.7.3 Implementasi Nilai-Nilai di Perusahaan Daerah

                    Implementasi  nilai-nilai  di  perusahaan  daerah  sangat  ditentukan  oleh
               kemauan  manajemen  untuk  membangun  suatu  etika  perilaku  dan  kultur
               organisasi  yang  anti  kecurangan,  sehingga  dapat  mengurangi  atau
               menghindari  terjadinya  3  (tiga)  kecurangan  pokok  seperti  (1)  kecurangan
               dalam laporan keuangan (2) kecurangan penggelapan aset dan (3) kecurangan
               tindak pidana korupsi.

                    Keberhasilan  perusahaan  daerah  dalam  meningkatkan  kinerja
               membutuhkan suatu etika perilaku dan kultur organisasi yang anti kecurangan
               yang  akan  mendukung  secara  efektif  penerapan  nilai-nilai  budaya  kerja,
               sangat  erat  hubungan  dengan  hal-hal  atau  faktor-faktor  penentu
               keberhasilannya yang saling terkait satu dengan yang lainnya sebagai berikut
               :

               1).  Komitmen  dari  Top  Manajemen  dalam  Organisasi/Perusahaan
                    Daerah

                    Manajemen  harus  memberikan  teladan  dan  kemauan  yang  kuat  untuk
               membangun  suatu  kultur  yang  kuat  dalam  organisasi  yang  dipimpinnya.
               Peranan  moral/kepribadian  yang  baik  dari  seorang  pimpinan  dan
               komitmennya  yang  kuat  sangat  mendorong  tegaknya  suatu  etika  perilaku
               dalam suatu organisasi dan dapat dijadikan dasar bertindak dari suri tauladan
               bagi  seluruh  pegawai.  Pimpinan  tidak  bisa  menginginkan  suatu  etika  dan
               perilaku yang tinggi dari suatu organisasi sementara pimpinan itu sendiri tidak
               bersungguh-sungguh untuk mewujudkannya.








                                                   242
   261   262   263   264   265   266   267   268   269   270   271