Page 268 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 268
perilaku. Manajer ini tidak melakukan kegiatan operasional di bagian lain
organisasi dan bukan sebagai bagian dari pengambil keputusan. Akhirnya
suatu etika dan aturan perilaku bisa merupakan buku pegangan atas buku
petunjuk kebijakan atau dalam bentuk nama lain nya tergantung jenis
organisasinya.
2). Membangun Lingkungan Organisasi yang Kondusif
Banyak hasil penelitian menemukan bahwa salah satu sebab maraknya
perilaku curang seperti tindak pidana korupsi di berbagai organisasi-termasuk
di perusahaan daerah- karena terjadi kurangnya kepedulian para karyawan atas
apa yang terjadi di sekitarnya. Yang memprihatinkan adalah bahwa para
karyawan cenderung berpura-pura ‘menutup mata’ atas kecurangan yang
dilakukan oleh rekan kerjanya sendiri. Tidak ada karyawan yang berani
menjadi whistle blower (pengungkap kecurangan yang terjadi di perusahaan).
Rendahnya kepedulian dan rendahnya moral di kalangan karyawan akan
menyuburkan tindakan kecurangan yang pada akhirnya akan merusak bahkan
dapat menghancurkan organisasi (perusahaan daerah).
Sikap tidak peduli tersebut disebabkan oleh :
Top manajemen kurang peduli tentang hukuman dan penghargaan
Umpan balik yang negatif yang dirasakan oleh pegawai yang
bermoral atau bermental baik dan penempatan kerja yang tidak adil
atau tidak berbasis kinerja dan tidak sesuai dengan kemampuan
pegawai.
Berkembangnya rasa ketidak pedulian akan organisasi.
Pimpinan lebih bersifat otoriter dan kurang menghargai partisipasi
karyawan.
Rendahnya loyalitas dan rasa memiliki organisasi.
Anggaran yang tidak rasional dan adanya pemaksaan pencapaian
target yang tidak rasional tersebut.
Kurangnya pelatihan pegawai dan kurangnya kesempatan promosi
Tidak jelasnya pertanggungjawaban organisasi.
Kurangnya komunikasi dan metode kerja organisasi yang tidak jelas.
244

