Page 370 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 370

4.  Penerapan Manajemen Risiko

                    Jika  perusahaan  daerah  menetapkan  risiko,  maka  haruslah  diarahkan
               menjadi  bagian  integral  dalam  sistem  manajemen  perusahaan/organisasi.
               Penerapan manajemen risiko merupakan langkah yang harus dilakukan agar
               secara berkelanjutan dan berkembang (continuous improvement). Penerapan
               manajemen  risiko  dalam  perusahaan  daerah  harus  merupakan  bagian  dari
               dengan  proses  pengambilan  keputusan  manajemen  pada  setiap  tingkatan
               dalam tubuh perusahaan daerah.

                    Perusahaan daerah menerapkan manajemen risiko sebagai sebuah metode
               yang harus disusun secara logis dan sistematis dari seluruh rangkaian proses
               kegiatan  manajemen  mulai  dari  tahap  perencanaan,  pengorganisasian,
               pelaksanaan maupun pengawasan terhadap fungsi-fungsi manajemen tersebut
               dengan membuat  standar penetapan konteks, identifikasi,  analisa, evaluasi,
               pengendalian serta komunikasi risiko.

                    Penerapannya dapat dilakukan pada semua tingkatan kegiatan, jabatan,
               proyek,  produk  ataupun  asset.  Manajemen  risiko  harus  merupakan  alat
               perusahaan  agar  dapat  bermanfaat  secara  optimal  pada  fungsi-fungsi
               manajemen  tersebut.  Meskipun  prioritas  utama  dilakukan  pada  tahap
               pelaksanaan maupun operasional kegiatan.


                    Penerapan Manajemen Risiko pada perusahaan daerah dapat dilakukan
               dengan memahami beberapa hal di bawah ini :

               a)  Perhitungan Dampak Terhadap Risiko Kerugian
                    Menghitung dan meramal dampak suatu kejadian secara kualitatif atau
                    kuantitatif, misalnya risiko kerugian sumber daya manusia yakni sakit,
                    cedera, keadaan. Risiko kerugian pemasaran  yang disebabkan bencana
                    alam seperti tanah longsor, jembatan rusak.

               b)  Perhitungan Biaya Penanganan Risiko
                    Menghitung jumlah biaya kerugian akibat dari pelaksanaan kegiatan baik
                    biaya langsung dan tidak langsung, meliputi waktu pekerjaan, akibat dari
                    kondisi tenaga kerja, gangguan, nama baik, kondisi politik dan kerugian-
                    kerugian lainnya.





                                                   346
   365   366   367   368   369   370   371   372   373   374   375