Page 14 - i Kadek Agus Pratistha emodul
P. 14

14



               a) Zaman Perunggu

               Disebut dengan zaman perunggu karena pada zaman ini dihasilkan peralatan kehidupan
                yang dibuat dari perunggu.Peralatan kehidupan yang dihasilkan pada zaman perunggu

                ini anatara lain kapak perunggu/kapak corong, nekara, bejana perunggu, perhiasan dan

                arca perunggu. Kapak perunggu banyak disebut sebagai kapak corong karena kapak ini
                bentuknya  seperti  corong.  Kapak  ini  terbuat  dari  logam  perunggu,  bagian  atasnya

                berbentuk corong  yang sembirnya  belah,  dan  pada bagian dalam corong dimasukan
                tangkai kayunya yang menyiku pada bidang kapak. Sering pula disebut dengan kapak

                sepatu karena hampir mirip dengan sepatu.
               Fungsinya  sama  seperti  kapak  kapak  pada  umumnya,  yaitu  untuk  memotong  kayu.

                Namun untuk kapak ukuran kecil biasanya digunakan sebagai bentuk perhiasan dan

                alat-alat upacara. Kapak corong banyak di temukan di Sumatra, Jawa, Bali, Sulawesi
                Tengah, Sulawesi Selatan dan sekitar Danau Sentani Irian Jaya. Ukuran kapak corong

                beragam, ada yang kecil dan sangat sederhana, ada yang besar memakai hiasan, ada

                yang  pendek lebar, ada  yang bulat,  dan  ada  pula  yang  panjang satu sisinya. Kapak
                corong yang panjang satu sisinya disebut candrasa.

               Nekara  adalah  semacam  berumbung  dari  perunggu  yang  berpinggang  di  bagian

                tengahnya dan sisi atapnya tertutup. Benda ini memiliki nilai seni yang tinggi, terdapat
                pola hias yang beraneka ragam. Pola hiasnya yaitu pola binatang, geometrik, gambar

                burung,  gambar  gajah,  gambar  ikan  laut,  gambar  kijang,  gambar  harimau  dan  juga
                gambar manusia.

               Nekara dengan bentuk kecil tapi memanjang disebut moko. Nekara perunggu dan moko

                banyak di temukan di Sumatra, Jawa, Bali, Pulau sangean dekat Sumbawa, Pulau Roti,
                Leti, Selayar, Flores, Solor, Kepulauan Kei dan Irian.  Bejana perunggu berbentuk seperti

                kepis (wadah ikan pada pemancing) dengan pola hias pilin anyaman berganda pada sisi
                luar dan berbentuk huruf L. Alat ini telah ditemukan di Kerinci (Jambi) dan Asemjaran,

                Sampang, Madura (Jawa Timur).

               Perhiasan dari perunggu berupa gelang, gelang kaki, anting-anting, kalung, cincin, dan
                mainan  kalung.  Benda-benda  tersebut  pada  umunya  tidak  diberi  pola  hias.  Ada

                beberapa  yang  diberi  pola  hias,  seperti  cincin  atau  gelang  yang  diberi  pola  hias

                geometrik. Ada pula cincin yang sangat kecil yang tidak bisa dimasukan ke dalam jari
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19