Page 9 - i Kadek Agus Pratistha emodul
P. 9

9



               Pada zaman ini, telah mengenal budaya atau tradisi “mengupam” atau mengasah alat-

                alat  dari  batu.  Dengan  alat-alat  yang  lebih  maju  tersebut  hasil  perburuan  akan  lebih
                mudah mereka dapatkan. Alat-alat yang diasah antara lain mata panah dari batu, mata

                tombak dari batu, beliung persegi dan kapak lonjong.  Beliung persegi adalah alat dari

                batu  yang  sudah  diasah  dan  bentuknya  menyerupai  pacul  atau  cangkul.  Fungsinya
                untuk menebang kayu dan mebuat perahu lesung. Perahu lesung terdiri dari batang kayu

                besar yang tengahnya dilubangi, menyerupai lesung yang dipakai untuk menumbuk padi
                didesa-desa  pulau  Jawa.  Tempat  penemuannya  tersebar  diseluruh  kepulauan

                Indonesia.    Sedangkan  kapak  lonjong  berbentuk  bulat  telur.  Ujung  yang  agak  lancip

                dikaitkan dengan kayu dan ujung yang bulat diasah hingga tajam. Biasanya berasal dari
                batu  kali  kehitaman  yang  sampai  sekarang  masih  dipergunakan  orang-orang  suku

                pedalaman di Papua. Fungsi kapak lonjong ini,  sebagai alat “mengerjakan” kayu, alat-
                alat upacara dan benda wasiat. Mengerjakan dalam hal ini adalah sebuah keterampilan

                dalam memotong, membelah, membentuk kayu untuk keperluan pertukangan, pertanian

                dan  perhiasan.  Sisa-sisa  peninggalan  kapak  lonjong  banyak  ditemukan  di  Indonesia
                bagian timur.


               (d)  Zaman Batu Besar (Megalitikum)

               Disebut  zaman  batu  besar  /megalitikum  karena  hasil-hasil  kebudayaan  pada  masa
                tersebut umumnya terbuat dari batu dalam ukuran yang sangat besar. Pada zaman ini,

                budaya pembuatan alat-alat dari batu telah bergeser untuk keperluan kepercayaan, yaitu
                pemujaan terhadap roh nenek moyang. Mereka membuat bangunan-bangunan dari batu

                dalam  ukuran  besar.  Kebudayaan  tersebut  diberi  nama  kebudayaan  “megalitikum”.

                Adapun jenis-jenis bangunan megalitikum antara lain sebagai berikut:



                     Menhir

               Menhir merupakan sebuah tugu yang dibuat dari batu utuh. Tugu ini ada yang dibuat

                dalam bentuk batu halus namun banyak juga yang masih kasar sebagaimana bentuk
                aslinya batu. Menhir didirikan untuk menghormati arwah nenek moyang. Menhir banyak

                ditemukan di Sumatra Selatan, Sulawesi Tengah dan Kalimantan.
   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14