Page 13 - i Kadek Agus Pratistha emodul
P. 13

13



               2)   Zaman Logam

               Pada zaman logam, penggunaan peralatan tidak hanya terbuat dari batu, namun mereka
                sudah memiliki kemmpuan untuk membuat peralatan dari logam. Oleh sebab itu zaman

                ini  di  sebut  zaman  logam.  Dengan  munculnya  pembuatan  benda-benda  dari  logam,

                maka zaman batu  mulai berangsur angsur hilang  dan berkembanglah  zaman logam.
                Zaman  logam  ini  juga  biasa  di  sebut  dengan  zaman  “perundagian”.  Menurut  R.P.

                Soejono  kata  perundagian  berasal  dari  bahasa  Bali  yaitu  “undagi”  yang  artinya
                seseorang atau sekelompok orang atau segolongan orang yang mempunyai kepandaian

                atau keterampilan jenis usaha tertentu, misalnya pembuatan gerabah, perhiasan kayu,
                sampah  dan  batu.  Maka  zaman  perundagian  dalam  hal  ini  dapat  diartikan  sebagai

                zaman pada saat manusia sudah mulai mempunyai keahlian tentang teknik pembuatan

                atau pengecoran bahan-bahan dari logam.


               Bahkan pada perkembangan lebih lanjut mereka telah mengenal pengecoran logam dan
                membuat alat-alat dari logam besi dan perunggu. Dengan melebur besi atau perunggu

                dengan api maka mereka mampu mencetak beberapa campuran besi dan perunggu.

                Ada beberapa teknologi untuk membuat barangbarang dari logam,yaitu teknik tempa,
                teknik a cire perdue(cetak lilin/cetak hilang), dan teknik bivalve (setangkup/cetak ulang).

                Cetak  acire  perdue  bersifat  sekali  pakai  sedangkan  cetak  bivalve  dapatdigunakan
                berulang  ulang.Teknik  tempa  digunakan  lebih  banyak  untuk  menempa  logam  besi

                karena  teksturnya  yang  keras  dan  tahan  api.  Teknik  tempa  ini  merupakan  teknik
                sederhana  yang  digunakan  manusia  pra  aksara  pada  zaman  logam.  Namun  teknik

                tempa ini akan berkembang pesat pada saat zaman kerajaan karena untuk keperluan

                peralatan perang dan pertanian.


               Menurut  perkembangannya  zaman  logam  di  bagi  menjadi  tiga  zaman,  yaitu  zaman
                perunggu, zaman tembaga dan zaman besi. Karena dari berbagai wilayah Indonesia

                tidak diketemukan alat alat peninggalan dari tembaga, maka di Indonesia tidak mengenal
                zaman tembaga dan hanya mengenal dua zaman yaitu zaman perunggu dan zaman

                besi.
   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18