Page 104 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 104
sebagai seseorang yang memikirkan kepentingan terbaik Harry --'
'Dia bukan anakmu,' kata Sirius dengan pelan.
'Dia sudah kuanggap anakku,' kata Mrs Weasley dengan ganas. 'Siapa lagi yang
dimilikinya?'
'Dia punya aku!'
'Ya,' kata Mrs Weasley, bibirnya melengkung, 'masalahnya, pastilah sulit bagimu
menjaganya selama kau terkurung di Azkaban, bukan begitu?'
Sirius mulai bangkit dari kursinya.
'Molly, kamu bukan satu-satunya orang di meja ini yang peduli pada Harry,' kata
Lupin dengan tajam. 'Sirius, duduklah.'
Bibir bawah Mrs Weasley bergetar. Sirius terbenam kembali pelan-pelan ke
dalam kursinya, wajahnya putih.
'Kukira Harry harus dimintai pendapat mengenai hal ini,' Lupin melanjutkan, 'dia
sudah cukup tua untuk memutuskan bagi dirinya sendiri.'
'Aku ingin tahu apa yang sedang terjadi,' Harry berkata seketika.
Dia tidak memandang Mrs Weasley. Dia telah tersentuh dengan apa yang
dikatakannya tentang dirinya dianggap anak, tapi dia juga tidak sabar dengan
sikapnya yang terlalu memanjakan. Sirius benar, dia bukan anak kecil.
'Baiklah,' kata Mrs Weasley, suaranya meletus. 'Ginny -- Ron -- Hermione --
Fred -
- George -- aku mau kalian keluar dari dapur ini, sekarang.'
Ada kegaduhan seketika.
'Kami sudah cukup umur!' Fred dan George berteriak bersama.
'Kalau Harry diizinkan, kenapa aku tidak?' teriak Ron.
'Mum, aku mau dengar!' raung Ginny.

