Page 182 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 182
masalah, sobat. Well, setidaknya salah satu dari kalian punya prioritas yang
benar.'
Dia berjalan ke arah Harry dan menepuk punggungnya sementara memberi Ron
pandangan tajam.
'Prefek ... ickle Ronnie si Prefek.'
'Ohh, Mum akan jadi memuakkan,' erang George, sambil mendorong lencana
prefek balik kepada Ron seolah-olah benda itu bisa mencemarkannya.
Ron, yang masih belum berkata sepatah katapun, mengambil lencana itu,
menatapnya sejenak, lalu mengulurkannya kepada Harry seakan-akan bertanya
tanpa suara untuk meminta konfirmasi atas keasliannya. Harry mengambilnya.
Sebuah huruf 'P' besar dilapiskan ke atas singa Gryffindor. Dia telah melihat
lencana yang persis seperti ini di dada Percy pada hari pertamanya di Hogwarts.
Pintu terbanting membuka. Hermione masuk ke dalam kamar dengan cepat,
pipinya merona dan rambutnya beterbangan. Ada amplop di tangannya.
'Apakah kau -- apakah kau mendapat --?'
Dia melihat lencana di tangan Harry dan mengeluarkan pekikan.
'Aku tahu itu!' katanya dengan bersemangat, sambil mengacungkan suratnya.
'Aku juga, Harry, aku juga!'
'Bukan,' kata Harry dengan cepat, sambil mendorong lencana itu kembali ke
tangan Ron. 'Ron, bukan aku.'
'Apa?'
'Ron yang jadi prefek, bukan aku,' Harry berkata.
'Ron?' kata Hermione, rahangnya membuka. 'Tapi ... apakah kau yakin?
Maksudku
...'
Dia berubah menjadi merah sementara Ron melihat ke arahnya dengan ekspresi

