Page 177 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 177

'Tentu saja, sekali Dumbledore muncul untuk membelamu, mereka tidak punya

               cara untuk menghukummu,' kata Ron dengan gembira, yang sekarang sedang
               menghidangkan tumpukan kentang tumbuk ke piring-piring semua orang.

               'Yeah, dia mengatasinya untukku,' kata Harry. Dia merasa akan terdengar sangat

               tidak berterima kasih, belum lagi kekanak-kanakan, untuk berkata, 'Walaupun
               kuharap dia berbicara kepadaku. Atau bahkan melihat kepadaku.'

               Dan selagi dia memikirkan hal ini, bekas luka di dahinya membara sangat parah

               sehingga dia menepukkan tangannya ke bekas luka itu.

               'Ada apa?' kata Hermione, terlihat cemas.


               'Bekas luka,' Harry bergumam. 'Tapi bukan apa-apa ... terjadi sepanjang waktu
               sekarang ...'


               Tak seorangpun dari mereka memperhatikan apa-apa; semuanya sekarang
               sedang makan sementara menyukuri kelolosan Harry; Fred, George dan Ginny
               masih sedang bernyanyi. Hermione terlihat agak cemas, tapi sebelum dia bisa
               berkata apapun, Ron telah berkata dengan senang, 'Aku bertaruh Dumbledore
               muncul malam ini, untuk merayakan dengan kita, kau tahu.'


               'Kukira dia tidak akan bisa, Ron,' kata Mrs Weasley sambil menempatkan
               sepiring besar ayam panggang ke depan Harry. 'Dia benar-benar sangat sibuk
               saat ini.'


               'DIA LOLOS, DIA LOLOS, DIA LOLOS ...'


               'DIAM!' raung Mrs Weasley.


               *


               Selama beberapa hari berikutnya Harry tidak bisa tidak memperhatikan bahwa
               ada seseorang dalam Grimmauld Place nomor dua belas yang terlihat tidak
               sepenuhnya kegirangan bahwa dia akan kembali ke Hogwarts. Sirius telah
               menampilkan kebahagiaan saat pertama kali mendengarnya, meremas-remas
               tangan Harry dan tersenyum seperti yang lain. Akan tetapi, segera saja dia
               semakin murung dan merengut daripada sebelumnya, lebih sedikit berbicara
               kepada siapapun, bahkan Harry, dan menghabiskan lebih banyak waktu
               terkurung dalam kamar ibunya bersama Buckbeak.
   172   173   174   175   176   177   178   179   180   181   182