Page 189 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 189

berdiri, meluruskan kacamatanya, dan menyeringai ketika Ron masuk lewat

               pintu.

               'Baru saja mengejarnya!' dia berkata dengan gembira. 'Dia bilang dia akan
               membelikan Sapu Bersih kalau dia bisa.'


               'Keren,' Harry berkata, dan dia lega mendengar suaranya telah tidak terdengar
               setengah hati lagi. 'Dengar -- Ron -- selamat, sobat.'


               Senyum memudar dari wajah Ron.


               'Aku tak pernah mengira aku yang akan terpilih!' katanya sambil menggelengkan
               kepalanya. 'Kukira kau!'


               'Tidak, aku sudah menyebabkan terlalu banyak masalah,' kata Harry meniru
               Fred.


               'Yeah,' kata Ron, 'yeah, kurasa ... well, kita sebaiknya mengepak koper-koper
               kita, bukan begitu?'


               Tampaknya ganjil bagaimana barang-barang milik mereka seolah berceceran
               sendiri sejak mereka tiba. Mereka butuh hampir sesorean untuk mengambil
               kembali buku-buku dan barang-barang dari segala tempat di rumah dan
               memuatkannya kembali ke dalam koper sekolah mereka. Harry memperhatikan
               bahwa Ron terus memindahkan lencana prefeknya ke sekitar, pertama
               menempatkannya di meja samping tempat tidur, lalu meletakkannya ke dalam
               kantong celana jinsnya, lalu mengeluarkannya dan meletakkannya di atas
               jubahnya yang terlipat, seolah-olah ingin melihat pengaruh warna merah pada

               warna hitam. Hanya setelah Fred dan George mampir dan menawarkan untuk
               melekatkannya ke dahinya dengan Mantera Lekat Permanen barulah dia
               membungkusnya dengan hati-hati dalam kaus kaki merah marunnya dan
               menguncinya di dalam kopernya.


               Mrs Weasley kembali dari Diagon Alley sekitar jam enam, diberati oleh buku-
               buku dan membawa sebuah paket panjang yang dibungkus dengan kertas coklat
               tebal yang diambil Ron dengan erangan rasa ingin.


               'Tidak usah membuka bungkusnya sekarang, orang-orang akan tiba untuk makan
               malam, aku mau kalian semua turun,' katanya, tapi saat dia menghilang dari
               pandangan Ron merobek kertas itu dengan gila-gilaan dan memeriksa setiap inci
   184   185   186   187   188   189   190   191   192   193   194