Page 194 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 194
Mundungus memandang dengan gugup lewat bahunya.
'Poin yang bagus itu,' gerutunya. 'Baiklah, nak, sepuluh jadinya, kalau kalian
mengambilnya dengan cepat.'
'Cheers, Harry!' kata Fred dengan senang, sewaktu Mundungus telah
mengosongkan kantongnya ke tangan-tangan si kembar yang dijulurkan dan
berjalan tergesa-gesa menuju makanan. 'Kita sebaiknya membawa ini ke atas ...'
Harry memperhatikan mereka pergi, sambil merasa agak kurang enak. Baru saja
terpikir olehnya bahwa Mr dan Mrs Weasley akan mau tahu bagaimana Fred dan
George membiayai bisnis toko lelucon mereka ketika, seperti yang tidak
terhindarkan, mereka akhirnya mengetahui hal itu. Memberikan hasil
kemenangan Triwizardnya kepada si kembar tampak hal yang sederhana untuk
dilakukan pada saat itu, tetapi bagaimana kalau itu menuntun kepada
pertengkaran keluarga lain dan kerenggangan seperti Percy? Apakah Mrs
Weasley masih akan merasa bahwa Harry seperti anaknya sendiri kalau dia
mengetahui bahwa dia yang memungkinkan Fred dan George memulai karir
yang dianggapnya tidak sesuai?
Sambil berdiri di tempat si kembar meninggalkannya, hanya ditemani oleh
perasaan bersalah yang memberati dasar perutnya, Harry mendengar namanya
sendiri diucapkan. Suara dalam Kingsley Shacklebolt terdengar bahkan melewati
obrolan di sekeliling.
'... kenapa Dumbledore tidak menjadikan Potter prefek?' kata Kingsley.
'Dia punya alasannya tersendiri,' jawab Lupin.
'Tapi akan memperlihatkan keyakinan pada dirinya. Itu yang akan kulakukan,'
Kingsley bersikeras, 'terutama dengan Daily Prophet yang mengoloknya tiap
beberapa hari sekali ...'
Harry tidak berpaling; dia tidak mau Lupin atau Kingsley mengetahui dia telah
mendengarnya. Walaupun sama sekali tidak lapar, dia mengikuti Mundungus
kembali menuju meja. Kesenangannya atas pesta itu telah menguap secepat
datangnya; dia berharap dia ada di atas di tempat tidurnya.
Mad-Eye Moody sedang membaui sebuah paha ayam dengan apa yang tersisa

