Page 193 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 193
Mrs Weasley dan Bill sedang berdebat seperti biasa mengenai rambut Bill.
'... sudah tak bisa diurus, dan kau begitu tampan, akan tampak lebih baik kalau
lebih pendek, bukankah begitu, Harry?'
'Oh -- aku tak tahu --' kata Harry, agak terkejut dimintai pendapat, dia
menyelinap menjauh dari mereka ke arah Fred dan George yang sedang
berkerumun di sudut dengan Mundungus.
Mundungus berhenti berbicara ketika dia melihat Harry, tetapi Fred berkedip
dan memberi isyarat kepada Harry untuk mendekat.
'Tidak apa-apa,' dia memberitahu Mundungus, 'kita bisa mempercayai Harry, dia
pendukung finansial kami.'
'Lihat apa yang dibawa Dung untuk kami,' kata George, sambil mengulurkan
tangannya kepada Harry. Tangan itu penuh dengan apa yang terlihat seperti
kacang polong hitam yang mengkerut. Sebuah suara derak samar datang dari
kacang-kacang itu, walaupun mereka benar-benar tidak bergerak.
'Biji-biji Tentakel Berbisa,' kata George. 'Kami butuh mereka untuk Kotak
Makanan Pembolos tapi mereka adalahl Benda Tidak Diperdagangkan Kelas C
jadi kami agak kesulitan mengdapatkannya.'
'Kalau begitu, sepuluh Galleon untuk semuanya, Dung?' kata Fred.
'D'gan semua masalah yang kulalui untuk mendapatkannya?' kata Mundungus,
matanya yang merah darah dan kendor menregang lebih lebar lagi. 'Maaf, nak,
tapi aku tak akan mengambil satu Knutpun di bawah dua puluh.'
'Dung suka lelucon kecilnya,' Fred berkata kepada Harry.
'Yeah, yang terbaik sejauh ini adalah enam Sickle untuk sekantong pena bulu
Knarl,' kata George.
'Hari-hati,' Harry memperingatkan mereka dengan pelan.
'Apa?' kata Fred. 'Mum sibuk memuji Prefek Ron, kita tidak apa-apa.'
'Tapi Moody bisa memandang kalian dengan matanya,' Harry menunjukkan.

