Page 192 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 192
'Seperti apa?' kata Ginny, yang sedang memilih kentang panggang.
'Seperti kemampuan untuk menjaga tingkah lakuku,' kata Tonks.
Ginny tertawa; Hermione terlihat seakan-akan tidak tahu apakah harus
tersenyum atau tidak dan memutuskan untuk minum Butterbeer banyak-banyak
dan tersedak olehnya.
'Bagaimana denganmu, Sirius?' Ginny bertanya, sambil memukul-mukuk
punggung Hermione.
Sirius, yang tepat di samping Harry, mengeluarkan tawa mirip gonggongan yang
biasa.
'Tak seorangpun yang akan menjadikanku prefek, aku menghabiskan terlalu
banyak waktu dalam detensi bersama James. Lupin anak yang baik, dia dapat
lencana.'
'Kukira Dumbledore mungkin berharap aku akan bisa melakukan sedikit
pengendalian terhadap sahabat-sahabat baikku,' kata Lupin. 'Aku hampir itidak
perlu bilang bahwa aku gagal.'
Perasaaan Harry mendadak membaik. Ayahnya juga tidak jadi prefek. Seketika
pesta itu tampak lebih menyenangkan; dia memenuhi piringnya, merasa dua kali
lebih suka kepada semua orang dalam ruangan itu.
Ron sedang bercerita dengan gembira mengenai sapu barunya kepada siapapun
yang mau mendengarkan.
'... nol ke tujuh puluh dalam sepuluh detik, tidak jelek, 'kan? Kalau kau
pertimbangkan Komet Dua Sembilan Puluh hanya nol ke enam puluh dan itupun
dengan angin buritan yang bagus menurut Sapu yang Mana?'
Hermione sedang berbincang-bincang dengan bersemangat kepada Lupin
mengenai pandangannya terhadap hak-hak peri.
'Maksudku, itu omong kosong yang sejenis dengan pemisahan manusia serigala,
bukan begitu? Semuanya berakar dari hal mengerikan yang dimiliki oleh para
penyihir yaitu pemikiran bahwa mereka lebih baik daripada makhluk-makhluk
lain ...'

