Page 212 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 212
Ron dan Hermione tidak muncul selama hampir satu jam, pada saat itu troli
makanan telah lewat. Harry, Ginny dan Neville telah menghabiskan pai labu
mereka dan sedang sibuk bertukar Kartu Cokelat Kodok ketika pintu
kompartemen bergeser terbuka dan mereka masuk, ditemani oleh Crookshanks
dan Pigwidgeon yang beruhu dengan nyaring dalam sangkarnya.
'Aku lapar berat,' kata Ron, menyimpan Pigwidgeon di samping Hedwig, sambil
meraih sebuah Cokelat Kodok dari Harry dan melemparkan dirinya ke tempat
duduk di sebelahnya. Dia merobek pembungkusnya, menggigit kepala kodok itu
hingga putus dan bersandar dengan mata tertutup seakan-akan dia telah melewati
pagi yang sangat melelahkan.
'Well, ada dua orang prefek kelas lima dari masing-masing rumah,' kata
Hermione, terlihat sangat tidak senang ketika dia mengambil tempat duduk.
'Seorang anak lelaki dan seorang anak perempuan.'
'Dan tebak siapa yang jadi prefek Slytherin?' kata Ron, masih dengan mata
tertutup.
'Malfoy,' jawab Harry seketika, yakin bahwa yang paling ditakutkannya akan
dibenarkan.
'Tentu saja,' kata Ron dengan getir, sambil menjejalkan sisa Kodok ke dalam
mulutnya dan mengambil yang lain.
'Dan si sapi Pansy Parkinson,' kata Hermione dengan ganas. 'Bagaimana dia bisa
jadi prefek padahal dia lebih tolol daripada troll yang geger otak ...'
'Siapa dari Hufflepuff?' Harry bertanya.
'Ernie Macmillan dan Hannah Abbot,' kata Ron dengan cepat.
'Dan Anthony Goldstein dan Padma Patill dari Ravenclaw,' kata Hermione.
'Kau pergi ke Pesta Dansa dengan Padma Patil,' kata sebuah suara samar.
Semua orang menoleh untuk memandang Luna Lovegood, yang sedang menatap
Ron tanpa berkedip dari balik The Quibbler. Dia menelan Kodok di mulutnya.
'Yeah, aku tahu itu,' dia berkata, terlihat agak terkejut.

