Page 208 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 208

menunjuk dia. Setelah dia menemui perilaku ini di lima gerbong berturut-turut
               dia teringat bahwa DailyProphet telah memberitahu para pembacanya sepanjang
               musim panas bahwa dia seorang tukang pamer pembohong. Dia bertanya-tanya
               dengan bosan apakah orang-orang yang sekarang menatapinya dan berbisik-bisik
               mempercayai cerita-cerita itu.


               Di gerbong paling akhir mereka berjumpa dengan Neville Longbottom, teman
               kelas lima Harry di Gryffindor, wajahnya yang bundar berkilat karena usaha
               menarik kopernya dan mempertahankan pegangan satu tangan pada kataknya

               yang meronta-ronta, Trevor.

               'Hai, Harry,' dia terengah-engah. 'Hai, Ginny ... semua tempat penuh ... aku tidak
               bisa menemukan tempat duduk ...'


               'Apa yang kau bicarakan?' kata Ginny, yang telah menyelip melewati Neville
               untuk mengintai ke dalam kompartemen di belakangnya. 'Ada tempat di yang
               satu ini, hanya ada Loony Lovegood di sini --'


               Neville menggumamkan sesuatu mengenai tidak ingin mengganggu siapapun.


               'Jangan bodoh,' kata Ginny sambil tertawa, 'dia baik kok.'


               Dia menggeser pintu hingga terbuka dan menarik kopernya ke dalam. Harry dan
               Neville mengikuti.


               'Hai, Luna,' kata Ginny, 'bolehkah kami ambil tempat duduk ini?'


               Anak perempuan di samping jendela melihat ke atas. Dia mempunyai rambut
               pirang kotor sepanjang pinggang yang terurai, alis mata yang sangat pucat dan
               mata menonjol yang memberinya penampilan terkejut yagn permanen. Harry
               langsung tahu mengapa Neville memilih melewatkan kompartemen ini. Anak
               perempuan itu mengeluarkan aura kebodohan yang tampak jelas. Mungkin fakta
               bahwa dia telah menusukkan tongkatnya di belakang telinga kirinya supaya tidak
               hilang, atau bahwa dia telah memilih untuk memakai kalung yang terbuat dari
               gabus-gabus Butterbeer, atau bahwa dia sedang membaca sebuah majalah
               terbalik. Matanya bergeser dari Neville dan berhenti pada Harry. Dia

               mengangguk.

               'Trims,' kata Ginny, tersenyum kepadanya.


               Harry dan Neville menyimpan ketiga koper dan sangkar Hedwig di rak bagasi
               dan duduk. Luna memperhatikan mereka melewati majalahnya yang terbalik,
   203   204   205   206   207   208   209   210   211   212   213