Page 228 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 228

Mata Harry mengikuti matanya. Pertama-tama ke Profesor Dumbledore, yang

               sedang duduk di kursi keemasannya yang bersandaran tinggi di tengah meja
               guru panjang itu, mengenakan jubah ungu tua yang ditaburi bintang-bintang
               keperakan dan sebuah topi yang serasi. Kepala Dumbledore condong ke seorang
               wanita yang duduk di sebelahnya, yang sedang berbicara ke telinganya. Dia
               tampak, Harry berpikir, seperti bibi seseorang: pendek gemuk, dengan rambut
               pendek keriting berwarna coklat tikus yang diberinya pita Alice merah muda
               yang serasi dengan kardigan merah muda berbulu yang dikenakannya di atas
               jubahnya. Lalu dia memalingkan wajahnya sedikit untuk meneguk dari pialanya
               dan Harry melihat, dengan kejut pengenalan, sebuah wajah pucat seperti katak
               dan sepasang mata yang menonjol dan berkantong.


               'Wanita Umbridge itu!'


               'Siapa?' kata Hermione.


               'Dia ada di dengar pendapatku, dia bekerja untuk Fudge!'


               'Kardigan yang bagus,' kata Ron sambil terkekeh.

               'Dia bekerja untuk Fudge!' Hermione mengulangi sambil merengut. 'Kalau

               begitu, sedang apa dia di sini?'

               'Tak tahu ...'


               Hermione mengamati meja guru, matanya menyipit.


               'Tidak,' gumamnya, 'tidak, pasti bukan ...'


               Harry tidak mengerti apa yang sedang dikatakannya tapi tidak bertanya;
               perhatiannya teralihkan oleh Profesor Grubbly-Plank yang baru saja muncul di
               belakang meja guru; dia berjalan ke paling ujung dan menduduki tempat yang
               seharusnya milik Hagrid. Itu berarti kelas satu pastilah telah menyeberangi
               danau dan mencapai kastil, dan benar juga, beberapa detik kemudian, pintu-pintu
               dari Aula Depan membuka. Sebuah barisan panjang anak-anak kelas satu yang
               tampak ketakutan masuk, dipimpin oleh Profesor McGonagall, yang sedang

               membawa sebuah bangku yang di atasnya terdapat sebuah topi penyihir tua,
               penuh tambahan dan dihiasi dengan sebuah sobekan luas dekat pinggir topi yang
               berjumbai.
   223   224   225   226   227   228   229   230   231   232   233