Page 246 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 246
'Itu di luar batas, Seamus,' kata Ron, yang telinganya mulai berkilau merah --
selalu merupakan tanda bahaya.
'Di luar batas, aku?' teriak Seamus, yang sebaliknya dari Ron menjadi pucat.
'Kau percaya semua sampah yang dikarangnya mengenai Kau-Tahu-Siapa, benar
bukan, kau pikir dia menceritakan hal yang sebenarnya?'
'Yeah, memang!' kata Ron dengan marah.
'Kalau begitu kau juga gila,' kata Seamus jijik.
'Yeah? Well, sayang bagimu, teman, aku juga seorang prefek!' kata Ron sambil
menusuk dirinya sendiri di dada dengan sebuahjari. 'Jadi kecuali kau mau dapat
detensi, jaga ucapanmu!'
Selama beberapa detik Seamus terlihat seakan-akan menganggap detensi adalah
harga yang pantas untuk dibayarkan untuk mengatakan apa yang sedang berada
dalam pikirannya; tetapi dengan suara jijik dia memutar tumitnya dan menarik
kelambunya tertutup dengan kasar sekali sehingga kelambu itu terkoyak dari
ranjangnya dan jatuh menjadi tumpukan berdebu ke lantai. Ron melotot kepada
Seamus, lalu melihat kepada Dean dan Neville.
'Ada lagi yang orang tuanya bermasalah dengan Harry?' katanya dengan agresif.
'Orang tuaku Muggle, sobat,' kata Dean sambil mengangkat bahu. 'Mereka tidak
tahu apapun tentang kematian di Hogwarts, karena aku tidak cukup bodoh untuk
memberitahu mereka.'
'Kau tidak tahu ibuku, dia akan bersusah payah mengeluarkan apapun dari
siapapun!' Seamus berkata tajam kepadanya. 'Lagipula, orang tuamu tidak baca
Daily Prophet. Mereka tidak tahu Kepala Sekolah kita telah dipecat dari
Wizengamot dan Konfederasi Penyihir Internasional karena dia mulai
kehilangan akal sehatnya --'
'Nenekku bilang itu sampah,' timpal Neville. 'Katanya Daily Prophet yang
semakin tidak beres, bukan Dumbledore. Dia sudah membatalkan langganan
kami. Kami percaya pada Harry,' kata Neville singkat. Dia memanjat ke
ranjangnya dan menarik selimutnya hingga ke dagu, sambil melihat dengan
serius kepada Seamus. 'Nenekku selalu bilang Kau-Tahu-Siapa akan kembali
suatu hari. Katanya kalau Dumbledore bilang dia sudah kembali, berarti dia
sudah kembali.'

