Page 243 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 243

belakangnya, yang sekarang dipanjat oleh Harry dan Neville.


               Ruang duduk Gryffindor tampak menyambut seperti dulu, sebuah menara
               melingkar yang nyaman penuh dengan kursi-kursi berlengan empuk yang
               rombeng dan meja-meja tua yang berderit. Api berderaj dengan riang dalam
               perapian dan beberapa orang sedang menghangatkan tangan mereka dekat api
               sebelum naik ke kamar mereka; di sisi lain ruangan itu Fred dan George
               Weasley sedang menyematkan sesuatu ke papan pengumuman. Harry
               melambaikan selamat malam kepada mereka dan langsung menuju pintu ke

               kamar anak laki-kali; dia tidak sedang ingin berbincang-bincang saat ini. Neville
               mengikuti dia.

               Dean Thomas dan Seamus Finnigan telah mencapai kamar terlebih dahulu dan

               sedang dalam proses menutupi dinding-dinding di sebelah tempat tidur mereka
               dengan poster-poster dan foto-foto. Mereka sedang berbicara ketika Harry
               mendorong pintu terbuka tetapi berhenti mendadak saat mereka melihatnya.
               Harry bertanya-tanya apakah mereka sedang membicarakan dia, lalu apakah dia
               menjadi paranoid.


               'Hai,' katanya sambil bergerak menyeberang ke kopernya sendiri dan
               membukanya.


               'Hei, Harry,' kata Dean, yang sedang mengenakan piyama dalam warna-warna
               West Ham. 'Liburmu menyenangkan?'


               'Tidak buruk,' gumam Harry, karena cerita sebenarnya dari liburannya akan
               makan waktu hampir semalaman dan dia tidak dapat menghadapinya. 'Kau?'


               'Yeah, cukup OK,' Dean tertawa kecil. 'Lagipula, lebih baik daripada Seamus,
               dia baru saja memberitahuku.'

               'Kenapa, apa yang terjadi, Seamus?' Neville bertanya selagi dia menempatkan

               Mimbulus mimbletonia-nya dengan lembut ke atas lemari sisi tempat tidurnya.

               Seamus tidak segera menjawab; dia makan waktu lama untuk memastikan
               bahwa poster tim Quidditchnya Kenmare Kestrels cukup tegak. Lalu dia berkata,

               dengan punggung masih berpaling dari Harry, 'Ibuku tak mau aku balik.'

               'Apa?' kata Harry sambil menghentikan sejenak tindakan melepaskan jubahnya.


               'Dia tidak mau aku balik ke Hogwarts.'
   238   239   240   241   242   243   244   245   246   247   248