Page 242 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 242

ketika dia tiba di sini. Dia menyeringai kepada mereka. Seorang anak lelaki
               pirang di samping Euan Abercrombie terlihat ngeri; dia menyikut Euan dan
               membisikkan sesuatu ke telinganya. Euan Abercrombie tampak sama takutnya
               dan mencuri pandang ngeri kepada Harry, yang merasa seringainya menghilang

               dari wajahnya seperti Getah-Bau.

               'Sampai jumpa nanti,' katanya tanpa minat kepada Ron dan Hermione dan dia
               berjalan keluar dari Aula Besar sendirian, melakukan sebisanya untuk

               mengabaikan lebih banyak bisik-bisik, pandangan dan tunjuk-tunjuk ketika dia
               lewat. Dia menetapkan matanya ke atas selagi berjalan melalui kerumunan di
               Aula Depan, lalu dia bergegas menaiki tangga pualam, mengambil sejumlah
               jalan pintas tersembunyi dan segera telah meninggalkan sebagian besar
               kerumunan di belakang.


               Dia cukup bodoh untuk tidak mengharapkan hal ini, pikirnya dengan marah
               selagi berjalan melalui koridor lantai atas yang jauh lebih lengang. Tentu saja
               semua orang memandangi dia; dia telah keluar dari labirin Triwizard dua bulan
               sebelumnya sambil mencengkeram mayat seorang murid temannya dan mengaku
               telah melihat Lord Voldemort kembali berkuasa. Belum ada waktu di semester
               lalu untuk menjelaskan maksudnya sebelum mereka semua harus pulang ke
               rumah -- bahkan kalau dia merasa ingin memberi seluruh sekolah cerita lengkap
               dari kejadian mengerikan di pekuburan itu.


               Harry telah mencapai akhir koridor ke ruang duduk Gryffindor dan berhenti di
               depan potret Nyonya Gemuk sebelum dia sadar kalau dia tidak tahu kata kunci
               yang baru.


               'Er ...' katanya dengan murung, sambil menatap Nyonya Gemuk, yang merapikan
               lipatan baju satin merah mudanya dan memandang balik dengan tajam
               kepadanya.


               'Tanpa kata kunci, tidak boleh masuk,' katanya dengan angkuh.


               'Harry, aku tahu!' Seseorang terengah-engah di belakangnya dan dia berpaling
               untuk melihat Neville berlari kecil ke arahnya. 'Tebak apa? Aku benar-benar
               akan bisa mengingatnya sekali ini --' Dia melambaikan kaktus kecil kerdil yang
               telah diperlihatkannya kepada mereka di kereta api. 'Mimbulus mimbletonia!'


               'Tepat,' kata Nyonya Gemuk, dan potretnya terayun membuka kepada mereka
               seperti sebuah pintu, memperlihatkan lubang melingkar pada tembok di
               belakangnya, yang sekarang dipanjat oleh Harry dan Neville.
   237   238   239   240   241   242   243   244   245   246   247