Page 244 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 244
'Dia tidak mau aku balik ke Hogwarts.'
Seamus berpaling dari posternya dan menarik piyamanya sendiri keluar dari
koopernya, masih tidak memandang Harry.
'Tapi -- kenapa?' kata Harry, heran. Dia tahu ibu Seamus seorang penyihir dan
karena itu, tidak bisa mengerti mengapa dia menjadi begitu mirip keluarga
Dursley.
Seamus tidak menjawab sampai dia selesai mengancingkan piyamanya.
'Well,' katanya dengan suara yang diatur, 'kukira ... karena kau.'
'Apa maksudmu?' kata Harry dengan cepat.
Jantungnya berdetak agak cepat. Samar-samar dia merasa seakan-akan sesuatu
menyelubunginya.
'Well,' kata Seamus lagi, masih menghindari mata Harry, 'dia ... er ... well, bukan
cuma kamu, Dumbledore juga ...'
'Dia percaya pada Daily Prophet?' kata Harry. 'Dia mengira aku seorang
pembohonga dan Dumbledore seorang tua yang bodoh?'
Seamus memandang kepadanya.
'Yeah, kira-kira seperti itu.'
Harry tidak berkata apa-apa. Dia melemparkan tongkatnya ke meja sisi tempat
tidurnya, melepaskan jubahnya, memasukkannya dengan marah ke dalam
kopernya dan menarik keluar piyamanya. Dia muak akan hal itu; muak dijadikan
orang yang dipandangi dan dibicarakan sepanjang waktu. Kalau di antara
mereka ada yang tahu, kalau di antara mereka ada yang punya gambaran sedikit
saja bagaimana rasanya menjadi orang yang tertimpa semua kejadian ini ... Mrs
Finnigan tidak punya gambaran, wanita bodoh itu, pikirnya dengan buas.
Dia naik ke tempat tidur dan bergerak untuk menarik kelambunya menutupi
sekitarnya, tetapi sebelum dia bisa melakukannya, Seamus berkata, 'Lihat ... apa
yang terjadi malam itu ketika ... kau tahu, ketika ... dengan Cedric Diggory dan
semuanya?'
Seamus terdengar gugup dan bersemangat pada saat yang sama. Dean, yang

