Page 293 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 293

'Apakah kau keberatan untuk tidak menyinggung satu-satunya orang yang
               percaya padaku?' Harry bertanya kepada Hermione ketika mereka berjalan ke
               dalam kelas.


               'Oh, demi Tuhan, Harry, kau bisa mendapatkan yang lebih baik daripada dia,'
               kata Hermione. 'Ginny memberitahuku semua hal tentang dia; tampaknya, dia
               hanya akan percaya hal-hal yang belum ada buktinya sama sekali. Well, aku
               tidak akan mengharap lain dari seseorang yang ayahnya menjalankan The
               Quibbler.'


               Harry memikirkan kuda-kuda bersayap yang mengerikan yang telah dia lihat di
               malam kedatangannya dan bagaimana Luna bilang dia juga bisa melihat mereka.


               Semangatnya agak merosot. Apakah dia berbohong? Tapi sebelum dia bisa
               meluangkan lebih banyak pikiran untuk masalah itu, Ernie Macmillan telah
               melangkah ke arahnya.


               'Aku mau kau tahu, Potter,' katanya dengan suara keras, 'bahwa bukan hanya
               orang aneh yang mendukungmu. Aku pribadi mempercayaimu seratus persen.
               Keluargaku selalu berdiri teguh di belakang Dumbledore, dan aku juga begitu.'


               'Er -- terima kasih banyak, Ernie,' kata Harry, terkejut tetapi senang. Ernie
               mungkin angkuh pada kesempatan seperti ini, tetapi Harry sedang dalam suasana
               hati yang menghargai sepenuhnya pernyataan kepercayaan dari seseorang yang
               tidak punya lobak bergantung di telinganya. Kata-kata Ernie jelas telah
               menghapus senyum dari wajah Lavender Brown dan ketika dia berpaling untuk

               berbicara kepada Ron dan Hermione, Harry melihat ekspresi Seamus, yang
               terlihat bingung sekaligus menantang.

               Yang tidak membuat siapapun terkejut, Profesor Sprout memulai pelajaran

               mereka dengan menguliahi mereka tentang pentingnya OWL. Harry berharap
               semua guru berhenti melakukan ini; dia mulai merasakan perasaan cemas,
               terpelintir dalam perutnya setiap kali dia ingat betapa banyak pekerjaan rumah
               yang harus dikerjakannya, perasaan yang memburuk secara dramatis ketika
               Profesor Sprout memberi mereka esai lagi di akhir pelajaran. Capek dan bau
               kotoran naga, pupuk kesukaan Profesor Sprout, anak-anak Gryffindor beramai-
               ramai kembali ke kastil satu setengah jam kemudian, tak seorangpun berbicara
               banyak; hari itu sangat panjang bagi mereka.


               Karena Harry lapar sekali, dan dia harus menjalani detensi pertama dengan
               Umbridge pada jam lima, dia langsung pergi makan malam tanpa menyimpan
   288   289   290   291   292   293   294   295   296   297   298