Page 297 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 297
kamu tidak bisa melakukan sesuatu yang sebenarnya ingin kamu lakukan.
Seharusnya bisa menguatkan pelajaran yang sedang kucoba ajarkan kepadamu.'
Harry merasa darah menggelora ke kepalanya dan mendengar suara gedebuk di
telinganya. Jadi dia menceritakan 'cerita-cerita jahat, mengerikan, cari perhatian',
begitu ya?
Umbridge sedang mengamatinya dengan kepala agak ke satu sisi, masih
tersenyum lebar, seakan-akan dia tahu benar apa yang sedang dipikirkannya dan
sedang menunggu untuk melihat apakah dia akan mulai berteriak lagi. Dengan
usaha besar-besaran, Harry berpaling darinya, menjatuhkan tas sekolahnya di
samping kursi berpunggung tegak itu dan duduk.
'Begitu,' kata Umbridge manis, 'kita sudah semakin baik dalam pengendalian
amarah kita, bukan? Sekarang, kau harus menulis untukku, Mr Potter. Tidak,
bukan dengan pena bulumu,' tambahnya, ketika Harry membungkuk untuk
membuka tasnya.
'Kau akan menggunakan pena bulu khusus milikku. Ini dia.'
Dia menyerahkan sebuah pena bulu hitam yang panjang kurus dengan ujung
yang tajamnya tidak biasa.
'Aku mau kau menulis, Saya tidak boleh berbohong,' katanya dengan lembut.
'Berapa kali?' Harry bertanya, dengan tiruan sopan-santun yang patut dipuji.
'Oh, selama yang diperlukan pesan itu untuk meresap,' kata Umbridge dengan
manis. 'Mulailah.'
Dia pindah ke mejanya, duduk dan membungkuk di atas setumpuk perkamen
yang tampak seperti esai untuk dinilai. Harry mengangkat pena bulu hitam tajam
itu, lalu sadar apa yang kurang.
'Anda belum memberi saya tinta,' katanya.
'Oh, kau takkan butuh tinta,' kata Profesor Umbridge, dengan nada tawa terkecil
dalam suaranya.
Harry menempatkan ujung pena bulu itu di atas kertas dan menulis, Saya tidak
boleh berbohong.

