Page 298 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 298
Dia mengeluarkan pekik kesakitan kecil. Kata-kata itu timbul di perkamen
dengan tinta merah mengkilat. Pada waktu yang sama, kata-kata itu timbul di
punggung tangan kanan Harry, tergores ke kulitnya seolah-olah dibuat dengan
pisau bedah --
tapi bahkan ketika dia memandangi luka sayat yang berkilau itu, kulitnya
sembuh lagi, meninggalkan tempat bekas luka itu sedikit lebih merah dari
sebelumnya tapi cukup mulus.
Harry memandang ke sekitarnya kepada Umbridge. Dia sedang mengamatinya,
mulutnya yang lebar dan mirip katak terentang membentuk senyuman.
'Ya?'
'Tidak ada apa-apa,' kata Harry dengan pelan.
Dia melihat balik ke perkamen, menempatkan pena bulu di atasnya sekali lagi,
menulis Saya tidak boleh berbohong, dan merasakan sakit menusuk di punggung
tangannya untuk kedua kali; sekali lagi, kata-kata itu telah tergores ke kulitnya;
sekali lagi, kulit itu sembuh beberapa detik kemudian.
Dan seterusnya itu berlangsung. Lagi-lagi Harry menuliskan kata-kata ke
perkamen dengan apa yang segera disadarinya bukan tinta, melainkan darahnya
sendiri. Dan lagi-lagi, kata-kata itu tergores ke punggung tangannya, sembuh,
dan timbul kembali kali berikutnya dia menempatkan pena bulu di perkamen.
Kegelapan timbul di luar jendela Umbridge. Harry tidak bertanya kapan dia
diizinkan berhenti. Dia bahkan tidak memeriksa jam tangannya. Dia tahu
Umbridge sedang mengawasinya untuk mencari tanda-tanda kelemahan dan dia
tidak akan memperlihatkan apapun, tidak juga walaupun dia harus duduk di sana
sepanjang malam, menyayat terbuka tangannya sendiri dengan pena bulu ini ...
'Kemarilah,' katanya, setelah rasanya berjam-jam.
Dia berdiri. Tangannya perih sekali. Ketika dia melihat kepada tangannya dia
melihat bahwa luka sayat itu sudah sembuh, tetapi kulit di sana merah mentah.
'Tangan,' katanya.
Dia menjulurkannya. Umbridge memegangnya. Harry menahan rasa tidak
sukanya ketika dia menyentuhnya dengan jari-jarinya yang tebal dan gempal

